Pengantar: BUKAN hanya anggota DPR suka nyambi. Perempuan-perempuan cantik yang sedang merintis masa depan lewat berbagai profesi pun bersedia disambi asalkan ketemu harga. Siapa saja perempuan muda cantik itu akan disajikan dalam tulisan bersambung mulai hari ini hingga Minggu (8 Maret). Ini merupakan tulisan pertama. ---------------------------
Salah Satu Primadona di Batam
BATAM, kota industri yang berkembang pesat di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menawarkan pesona bagi wisatawan-wisatawan Negeri Jiran. Nilai tukar rupiah yang murah, saat ini di kisaran Rp9.300 per dolar Singapura dan Rp3.500 per Ringgit Malaysia, menjadikan Batam tujuan favorit bagi warga Singapura dan Malaysia.
Kemolekan Batam semakin lengkap karena dapat dicapai dengan waktu tempuh yang singkat. Kapal cepat dari Singapura hanya membutuhkan waktu satu jam untuk bersandar di Batam. Rute tersebut juga yang biasanya dipakai turis Malaysia. Warga negeri jiran bertandang tidak sekadar urusan bisnis dan berlibur. Mereka gemar berkunjung karena Batam telah menjadi surga kehidupan malam. Setiap malam, tua muda terlihat memenuhi lantai diskotek, pub, kafe, karaoke, maupun panti pijat yang tersebar hingga sudut-sudut kota.
Pada akhir pekan, hingar bingar malam mencapai klimaksnya saat wisatawan mancanegara tumpah ruah menyatu dengan wisatawan lokal untuk memaknai malam panjang mereka. Pesona Batam semakin klop dengan kehadiran perempuan-perempuan cantik, muda, dan menggoda. Salah satunya Firly, gadis berparas cantik asal Jakarta. Sudah delapan bulan perempuan berusia 21 tahun itu tinggal di Batam menjalani profesi sebagai wanita panggilan freelance.
Rabu (4/2) sore itu, Firly datang sesuai janji bertemu di sebuah coffee shop di mal Nagoya Hill. Memiliki tinggi 165 cm, berat badan dan lingkar dada ideal, serta kulit mulus dibalut pakaian yang serasi. Rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai. Wajahnya hanya dihiasi make up tipis. Aroma parfum yang lembut menyelimuti sekeliling saat dia mendekat.
Kehadirannya di coffee shop memancing perhatian pengunjung yang lain. Menurut teman yang memberikan kontak Firly, dia salah satu primadona di Batam. "Apa kabar Abang? Maaf menunggu ya," ujarnya tersenyum manja sambil berjabat tangan. Gadis jebolan salah satu Sekolah Menengah Kejuruaan swasta di Jakarta itu sangat komunikatif.
Layaknya teman, tidak ada pembatas saat berbincang dengannya. "Tamu lokal Firly charge Rp1 juta per jam. Kalau tamu Singapura dan Malaysia Rp1,5 juta per jam. Abang mau booking berapa lama nih? Long time aja ya Abang," kata Firly dengan sedikit manja. (*/T-1) (Bersambung)