Mega Dilaporkan, PDIP: Pelapor tak Pahami Isi Pidatonya

Renatha Swasthy
24/1/2017 15:55
Mega Dilaporkan, PDIP: Pelapor tak Pahami Isi Pidatonya
(MI/Adam Dwi)

ALIANSI Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama melaporkan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri. Mega dinilai telah melakukan penodaan agama saat pidato pada ulang tahun ke-44 PDI Perjuangan, 10 Januari 2017 silam.

Menanggapi pelaporan itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira meminta pelapor mempelajari pidato Mega lebih dulu. Ia menilai pelapor tidak paham apa yang disampaikan.

"Apanya yang penistaan? Saya kira yang melaporkan itu tidak memahami persoalan, isi dari pidato itu. Suruh pelajari dululah pidato itu," kata Andreas di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/1).

Andreas menambahkan partainya tidak begitu serius menanggapi laporan yang dibuat ke Mabes Polri itu. Sebab, menurut mereka tidak ada yang salah dalam pidato Mega.

Hal senada disampaikan anggota Komisi III Masinton Pasaribu. Dia bilang, pelapor tidak paham dengan apa yang disampaikan Mega.

"Yang melaporkan itu pemahaman atas pidato Bu Mega dangkal, tidak memahami konteks. Jadi ya suruh baca-baca lagi ya, dengerin pidato terus memahami kondisi kebangsaan hari ini," ujar Masinton.

Sebelumnya, Megawati dilaporkan oleh Baharuzaman dari Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama terkait pidato Megawati dalam HUT ke-44 PDI Perjuangan. Dalam salah satu pidatonya megawati dinilai telah menodakan agama.

Kalimat yang memicu pelaporan itu ialah, "Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan diri mereka sebagai pembawa ‘self fulfilling propechy’, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, notabene mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya." (MTVN/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya