Kolaborasi Global Digeber, PAM Jaya Gandeng Bin Zayed Kejar Layanan Air Bersih 100 Persen di Jakarta

Mohamad Farhan Zhuhri
28/4/2026 22:48
Kolaborasi Global Digeber, PAM Jaya Gandeng Bin Zayed Kejar Layanan Air Bersih 100 Persen di Jakarta
Ilustrasi(Dok Antara)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mempercepat langkah pemenuhan layanan air bersih 100 persen dengan membuka peluang investasi internasional. PAM Jaya bekerja sama dengan Bin Zayed International guna memperkuat infrastruktur dan kualitas layanan air minum di Ibu Kota.

"Arahan Bapak Gubernur dan Wagub sangat tegas. Target kami 100 persen cakupan layanan air minum di Jakarta. Karena itu, kolaborasi dengan mitra berkapasitas, berpengalaman, dan memiliki teknologi menjadi keniscayaan,” ujar Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin dalam keterangannya, Selasa (28/4). 

Pihaknya melakukan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA), yang menjadi pintu masuk pertukaran data, kajian teknis, hingga pembahasan detail pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Menurut. Arief tantangan utama Jakarta bukan hanya memperluas cakupan layanan, tetapi juga menekan angka Non-Revenue Water (NRW) atau kebocoran air

Di kota dengan kepadatan tinggi dan jaringan utilitas bawah tanah yang kompleks, persoalan ini menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan pendekatan teknologi dan investasi serius.

“Pengurangan NRW ini krusial. Jakarta punya karakter infrastruktur yang tidak sederhana. Karena itu, kami butuh dukungan teknologi dan pengalaman internasional untuk mempercepat perbaikan,” tegasnya. 

Selain sektor air minum, Bin Zayed International juga melirik peluang investasi pada proyek infrastruktur strategis, termasuk pengembangan Giant Sea Wall. Ketertarikan ini dinilai sejalan dengan ambisi Jakarta bertransformasi menjadi kota global yang tangguh dan berkelanjutan.

Pihaknya juga telah membuka komunikasi dengan mitra dari sejumlah negara seperti Turki dan Swiss. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas jejaring internasional sekaligus mengadopsi teknologi terkini untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih.

Arief menegaskan, penandatanganan NDA bukan sekadar formalitas. Seluruh proses kerja sama akan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan mengedepankan kepentingan publik. 

“Ini pintu masuk kerja sama yang profesional dan akuntabel. Semua berbasis kajian matang, dengan prioritas utama tetap pada kebutuhan warga Jakarta,” tandasnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya