Saksi Mata Tabrakan Kereta Bekasi: Semua Tertumpuk, Saya Pikir Akan Mati

Thalatie K Yani
28/4/2026 05:04
Saksi Mata Tabrakan Kereta Bekasi: Semua Tertumpuk, Saya Pikir Akan Mati
Cerita mencekam korban selamat tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur. Sebanyak 5 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat benturan hebat.(Basarnas)

SUASANA mencekam menyelimuti Stasiun Bekasi Timur menyusul tabrakan hebat antara kereta jarak jauh dan KRL Commuter Line pada Senin (27/4) malam. Insiden maut ini mengakibatkan sedikitnya lima orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka, sementara proses evakuasi terus berlanjut hingga Selasa dini hari.

Sausan Sarifah, 29, salah satu korban selamat yang kini dirawat di RSUD Bekasi, menceritakan detik-detik mengerikan saat kereta jarak jauh menghantam gerbong KRL yang sedang berhenti. Sausan mengalami patah tulang lengan dan luka robek di paha.

"Saya pikir saya akan mati," ujar Sausan kepada AFP dari tempat tidurnya di rumah sakit.

Ia menuturkan, saat itu dirinya sedang dalam perjalanan pulang kerja. KRL yang ia tumpangi berhenti di Stasiun Bekasi Timur saat pengumuman kedatangan kereta terdengar. Namun, dalam sekejap, situasi berubah menjadi malapetaka.

"Semua terjadi begitu cepat, dalam sepersekian detik. Ada dua pengumuman dari kereta komuter. Semua orang sudah siap untuk turun, lalu tiba-tiba terdengar suara lokomotif yang sangat keras," kenangnya.

Penumpang Saling Tertindih

Benturan keras tersebut membuat para penumpang di dalam gerbong terlempar dan saling tertindih. Sausan menggambarkan kondisi di dalam gerbong yang hancur sebagai tumpukan manusia.

"Tidak ada waktu untuk keluar, dan semua orang berakhir menumpuk di dalam kereta, saling tindih satu sama lain. Saya tidak tahu bagaimana kondisi orang yang berada di bawah saya," tutur Sausan. Ia mengaku sempat takut akan mati lemas karena tertimbun penumpang lain, namun beruntung ia berada di posisi atas sehingga bisa segera dievakuasi.

Update Korban dan Evakuasi

Hingga pukul 04.00 WIB, Juru Bicara PT KAI Anne Purba mengonfirmasi jumlah korban tewas mencapai lima orang. Sementara itu, 79 orang lainnya masih dalam observasi medis di berbagai rumah sakit.

Ramli Prasetio dari kantor SAR Jakarta menyatakan bahwa tim evakuasi masih berupaya mengeluarkan empat orang yang diduga masih terjepit di dalam reruntuhan gerbong. Proses evakuasi melibatkan peralatan pemotong besi (extrication equipment) untuk menembus struktur gerbong yang ringsek.

Penyebab Awal dan Dampak Kerusakan

Juru Bicara KAI, Franoto Wibowo, menjelaskan insiden bermula ketika sebuah taksi diduga menyenggol kereta komuter di perlintasan sebidang, yang menyebabkan kereta tersebut berhenti mendadak di jalur sebelum akhirnya ditabrak oleh kereta jarak jauh. Kapolda Metro Jaya (saat itu dijabat Asep Edi Suheri dalam konteks laporan) menyebutkan kereta jarak jauh menghantam gerbong terakhir KRL yang merupakan gerbong khusus perempuan.

Seluruh korban tewas dan luka merupakan penumpang KRL, sementara sekitar 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, yang meninjau lokasi, memperingatkan jumlah korban kemungkinan masih bisa bertambah mengingat proses evakuasi yang masih berjalan dinamis. Tim gabungan dari TNI, Pemadam Kebakaran, Basarnas, dan Palang Merah Indonesia (PMI) terus disiagakan di lokasi untuk menangani dampak kecelakaan ini. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya