Kasus DBD Jakarta Barat Meningkat Pesat, Cengkareng Jadi Titik Terbanyak

Irvan Sihombing
24/4/2026 14:25
Kasus DBD Jakarta Barat Meningkat Pesat, Cengkareng Jadi Titik Terbanyak
Ilustrasi(Antara)

SUKU Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat mencatat Kecamatan Cengkareng sebagai wilayah dengan temuan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terbanyak sepanjang tahun 2026. Peningkatan ini dipicu oleh tingginya kelembapan udara serta buruknya sistem drainase.

Dari total 842 kasus di Jakarta Barat, sebanyak 327 di antaranya berasal dari Cengkareng. Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Sudinkes Jakarta Barat, Arum Ambarsari, mengungkapkan bahwa dari total kasus DBD tercatat sejak 1 Januari hingga 23 April 2026.

“Jadi, mulai 1 Januari-23 April 2026, di wilayah Cengkareng mencatat 327 kasus DBD, Kalideres 188, Grogol Petamburan 57, Kebon Jeruk 85, Tamansari 27, Kembangan 65, Palmerah 46 dan Tambora 47 kasus,” kata Arum saat dihubungi di Jakarta, Jumat. 

Arum menjelaskan, tren kasus DBD mengalami peningkatan signifikan sejak awal tahun, khususnya pada periode Januari hingga Maret 2026.

“Pada Januari itu ada 134 kasus, Februari 203, Maret 315, lalu April (berjalan) tercatat 190 kasus,” paparnya.

Menurut Arum, peningkatan kasus DBD dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya kelembapan udara yang tinggi. Selain itu, kondisi drainase yang tidak lancar turut memperburuk situasi karena meningkatkan kelembapan lingkungan yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Upaya Pengendalian dan Pencegahan

Untuk menekan penyebaran DBD, Sudinkes Jakarta Barat menekankan pentingnya pengendalian vektor melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus, serta pemberdayaan masyarakat melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik.

“Dan tentunya pengendalian vektor oleh tenaga kesehatan melalui kegiatan larvasidasi selektif dan fogging fokus,” tambah Arum. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya