Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jakarta resmi menaikkan standar rekrutmen kepemimpinan dengan menggelar Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) bagi para calon Ketua DPC PKB se-Jakarta. Sebanyak 20 kader disaring secara ketat melalui asesmen khusus yang mengadopsi standar seleksi perwira militer.
Kegiatan yang berlangsung di Aula DPW PKB Jakarta pada Kamis (23/4/2026) ini merupakan tahap krusial pasca-Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar serentak pada 18–19 April lalu.
Sekretaris Wilayah DPW PKB Jakarta, Mohammad Fauzi menegaskan bahwa UKK kali ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari desain besar membangun kepemimpinan partai yang adaptif dan siap memenangkan Pemilu 2029.
“Ini model rekrutmen baru. Kita ingin memastikan pemimpin PKB ke depan benar-benar punya kapasitas, integritas, dan daya gerak. Ini fondasi menuju ‘PKB Masa Depan Jakarta’,” ujar Fauzi melalui keterangannya, Kamis (23/4).
Untuk menjaga objektivitas, DPW PKB Jakarta menggandeng tim independen dari Rumah Besar Konseling Islam (RBKI). Pendekatan yang digunakan adalah psikotes berstandar TNI level perwira, di mana para kandidat diuji ketahanan mental, kepemimpinan, hingga kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan.
Fauzi menyebut penilaian dilakukan secara transparan dan profesional. Hasil asesmen ini nantinya akan diserahkan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB sebagai bahan evaluasi menyeluruh terkait potensi masing-masing kandidat.
“Penilaiannya objektif. Yang menentukan lulus atau tidak adalah peserta sendiri. Walaupun suasananya santai, standar yang kita pakai sangat tinggi,” tegasnya.
Ketatnya seleksi ini, menurut Fauzi, didasari oleh posisi strategis Jakarta. Ia menilai tanggung jawab politik Ketua DPC di Jakarta setara dengan level kepala daerah, sehingga membutuhkan pemimpin yang tidak hanya populer tetapi juga memiliki kapasitas mumpuni.
“Kita tidak bisa bicara kemenangan kalau pemimpinnya tidak punya kapasitas. Ketua DPC itu motor penggerak. Harus terukur, tidak bisa coba-coba,” katanya lagi.
Melalui standarisasi kepemimpinan berjenjang ini, PKB Jakarta optimistis dapat memperkuat basis politik di ibu kota. Fauzi meyakini, jika kepemimpinan di tingkat cabang solid dan diterima publik, PKB memiliki peluang besar untuk memimpin Jakarta dan menghadirkan solusi atas isu krusial seperti kemacetan, banjir, hingga polusi udara.
“Kalau pemimpinnya kuat dan dekat dengan masyarakat, PKB bisa menang,” pungkas Fauzi. (Faj/P-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved