Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM beberapa hari terakhir, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dikepung bencana hidrometeorologi.
Kondisi itu pun membuat Pemerintah Kabupaten Bogor meningkatkan status kewaspadaan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan dinas terkait bersiaga 24 jam menanggulangi bencana.
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Kabupaten Bogor, sejak 15 April hingga kini, tercatat sebanyak 37 lokasi kejadian bencana. Titik-titik bencana itu tersebar di 19 kecamatan, di 35 desa/kelurahan akibat cuaca ekstrem.
Dalam penanganannya, yang menjadi fokus utama adalah pemulihan aksesibilitas, seperti jembatan-jembatan yang putus dan pembersihan material longsor yang menutup jalan utama. Sedikitnya ada 12 jembatan yang terdampak akibat luapan sungai.
Sementara itu akibat bencana yang didominasi oleh tanah longsor, angin kencang, banjir dan pergerakan tanah, dilaporkan banyak rumah yang terdampak.
Hingga kini, BPBD terus melakukan kaji cepat dan koordinasi untuk penanganan masyarakat yang mengungs,i serta perbaikan rumah tinggal yang mengalami kerusakan berat.
Terkait kebencanaan, Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengeluarkan beberapa keputusan penting.
Sebelumnya Pemkab Bogor menetapkan Status Siaga Darurat Bencana yang berlaku dari 15 November 2025 hingga 30 April 2026. Status itu ditetapkan melalui Keputusan Bupati Bogor No. 300.2/71/KEP-SD/BPBD.
Kemudian Status Tanggap Darurat, ditetapkan melalui Keputusan Bupati Bogor No. 300.2/08/KEP-TD/BPBD untuk 19 kecamatan terdampak.
Melihat perkembangan kondisi yang ada, Bupati Bogor mengeluarkan kebijakan memperpanjang masa tanggap darurat, untuk wilayah tertentu. Hal itu guna pemulihan sarana prasarana dan objek vital dari 19 April hingga 04 Mei 2026.
Atas arahan langsung Bupati, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor bergerak cepat bersama unsur TNI-Polri, Tagana, aparat desa, Damkar, PMI, dan seluruh stakeholder terkait.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah telah dikerahkan secara totalitas untuk memastikan keselamatan warga sebagai prioritas utama.
“Sejak laporan masuk, kami langsung mengerahkan seluruh unsur terkait untuk turun ke lapangan. Saat ini kami fokus pada keselamatan warga dan percepatan penanganan, agar kondisi segera terkendali dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tegas Rudy Susmanto melalui siaran persnya.
Bupati Rudy memastikan bahwa pemerintah tidak hanya hadir saat darurat, tetapi juga menyiapkan langkah jangka panjang.
"Kami menyiapkan langkah lanjutan berupa perbaikan infrastruktur serta normalisasi aliran sungai guna mencegah bencana serupa terulang di masa depan".
“Saya minta seluruh jajaran tetap siaga 24 jam dan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan terbaik. Kita hadir untuk masyarakat,” ujar Rudy Susmanto.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengungsi maupun yang terdampak di rumah masing-masing, bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Bogor telah mulai didistribusikan. Prioritas bantuan diberikan pada kebutuhan mendesak seperti perlengkapan bayi, selimut, pakaian bersih, dan bahan pokok.
Mengingat status Siaga Darurat masih berlaku hingga 30 April 2026, Pemkab Bogor terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran sungai. Dalam kondisi darurat, warga bisa menghubungi BPBD melalui call center 112 atau Whatsapp 0812 1010 9002.(DD/E-4)
BMKG Semarang peringatkan potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Tengah dalam 3 hari ke depan. Cek daftar 10 daerah yang wajib waspada cuaca ekstrem!
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
MUNCULNYA Bibit Siklon Tropis 96S di selatan wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memicu cuaca buruk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved