Nova Paloh Soroti Penunjukan Kadishub Baru

Mohamad Farhan Zhuhri
19/4/2026 17:08
Nova Paloh Soroti Penunjukan Kadishub Baru
Ketua Komisi B DPRD Jakarta Nova Paloh(Antara)

KETUA Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Paloh menyoroti penunjukan Budi Awaluddin sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI. Ia menilai, posisi strategis tersebut semestinya diisi figur dengan latar belakang kuat di bidang transportasi.

Pasalnya, Budi pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Dukcapil, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan terkahir menempati Dinas Kominfotik DKI Jakarta.

“Saya kira ini agak kurang tepat ya, karena yang paling utama Kadishub itu harus punya background transportasi. Dishub di Jakarta ini besar sekali, cakupannya luas dan kompleks,” ujar Nova saat dihubungi Media Indonesia, dikutip Minggu (19/4).

Ia memaparkan, beban kerja Dinas Perhubungan DKI tidak hanya mengurusi lalu lintas, tetapi juga mencakup pengelolaan subsidi transportasi hingga sekitar Rp6 triliun, operasional Trans-Jakarta  dengan 14 koridor, hingga integrasi moda seperti MRT Jakarta dan LRT Jakarta yang terus berkembang.

“Belum lagi persoalan kemacetan, parkir, sampai pengelolaan pelabuhan dan transportasi perairan. Ini bukan hal sederhana, jadi butuh pemikiran yang komprehensif,” tegasnya.

Ia menekankan, figur Kadishub ke depan harus memiliki pemahaman teknis sekaligus visi inovatif dalam pengembangan transportasi.

Menurutnya, kompleksitas sistem transportasi Jakarta termasuk integrasi layanan seperti JakLingko membutuhkan kepemimpinan yang benar-benar memahami persoalan di lapangan.

“Keruwetan transportasi Jakarta itu sebenarnya ada di tangan Dishub. Jadi yang duduk di sana harus benar-benar paham, punya inovasi, dan bisa mengembangkan sistem ke depan,” katanya.

Kendati demikian, ia mengakui penunjukan tersebut merupakan kewenangan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Namun, Nova mengingatkan pentingnya prinsip penempatan pejabat yang tepat.

“Gubernur tentu punya pertimbangan sendiri. Tapi yang saya ingatkan, the right man on the right place itu paling penting,” ujarnya.

Di sisi lain, Nova juga menyoroti sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan oleh Kadishub baru. Mulai dari kelanjutan proyek MRT, pembenahan rute dan layanan Trans-Jakarta hingga penguatan integrasi transportasi melalui JakLingko.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawasan keselamatan transportasi, menyusul sejumlah insiden yang melibatkan armada bus.

“Pengawasan harus diperketat. Beberapa kejadian seperti insiden TransJakarta itu tidak boleh terulang. Ini butuh supervisi yang kuat karena cakupannya luas sekali,” katanya.

Nova mengingatkan, tanpa latar belakang yang memadai, proses adaptasi pejabat baru berpotensi menimbulkan ketertinggalan dalam penyelesaian masalah transportasi yang sudah mendesak.

“Kalau dibilang bisa belajar, ya bisa. Tapi kita ini tidak punya banyak waktu. Jakarta ini besar, urusan Dishub juga sangat luas, termasuk KIR dan seluruh aspek transportasi,” ucapnya.

Ia pun kembali menegaskan agar ke depan penunjukan pejabat strategis dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi yang relevan.

“Intinya, pilih orang yang benar-benar paham transportasi. Jangan sampai yang tidak punya background justru memimpin sektor yang sangat krusial ini,” pungkas Nova. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya