6 Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi masih Jalani Perawatan di RS

Anton Kustedja
17/4/2026 20:47
6 Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi masih Jalani Perawatan di RS
Kondisi gerbang Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, setelah terjadi ledakan dan kebakaran hebat pada Rabu (1/4) malam lalu.(Dok. Metrotvnews)

KEPALA Dinas Kesehatan Kota Bekasi Satia Sriwijayanti Anggraini mengatakan, 6 korban luka bakar akibat ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, saat ini masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit.

Satia memaparkan bahwa 3 dari 6 korban itu mendapatkan penanganan medis di luar wilayah Kota Bekasi, yakni di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

"Sementara 2 orang dirawat di RSUD Chasbullah Abdul Madjid dan 1 orang lainnya di RSUD Bantargebang," ungkap Satia dalam keterangannya dikutip dari laman Infobekasi, Jumat (17/4).

Dari total 22 korban yang mengalami luka bakar, 5 orang dinyatakan meninggal dunia, 6 masih mendapatkan perawatan intensif, dan sisanya sudah menjalani pengobatan rawat jalan.

Adapun korban terakhir yang dinyatakan meninggal dunia saat dalam perawatan di rumah sakit bernama Kosasih, 65. 

Camat Mustikajaya Maka Nachrowi membenarkan hal ini. Kosasih meninggal dunia pada Kamis (16/4)  saat menjalani perawatan intensif dengan kondisi luka bakar mencapai 63% di sekujur tubuhnya.

Kosasih merupakan ayah dari 2 korban yang telah wafat sebelumnya, yakni Sapta Prihantono, siswa kelas X SMK Negeri 15 Kota Bekasi, yang meninggal pada Selasa (7/4) silam dan Aulia Putri Budiastuti yang menyusul sang adik meninggal dua hari kemudian.

Dengan meninggalnya Kosasih, 3 dari 5 korban jiwa diketahui masih berada dalam satu ikatan keluarga. Saat ledakan terjadi, mereka menjadi korban yang sangat serius karena rumah mereka berada persis di depan SPBE.

Sedangkan 2 korban jiwa lainnya yang meninggal di lokasi kejadian merupakan sekuriti yang bertugas di SPBE tersebut, yakni Suyadi, 62, yang mengalami luka bakar hingga 92%, dan Jaimun, 61, dengan luka bakar mencapai 97%.

41 KK Terdampak, Total Kerugian Rp7 Miliar

Sementara itu, Camat Mustikajaya memastikan data warga terdampak kebakaran SPBE Cimuning telah melalui proses verifikasi menyeluruh.

Menurut Maka Nachrowi, proses rechecking data warga terdampak SPBE dilakukan secara maraton guna memastikan tidak ada kesalahan pendataan. Proses itu melibatkan berbagai pihak, mulai dari manajemen SPBE, Pertamina, hingga pengurus RT dan RW setempat.

"Data warga terdampak sudah kami sodorkan dalam rapat bersama. Tidak ada perubahan dari draf awal pihak kecamatan. Sebanyak 41 KK sudah diverifikasi dan masuk dalam daftar penerima bantuan, baik untuk perbaikan hunian maupun kompensasi tunai," paparnya.

Ia menambahkan, total nilai ganti rugi kebakaran mencapai Rp7 miliar. Angka tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan milik warga.

Saat ini, proses pencairan dana masih berada di tahap administrasi internal perusahaan pengelola SPBE.

"Proses administratif sedang berjalan di internal perusahaan. Setelah diskusi internal mereka selesai, mereka akan segera mengabari kami mengenai teknis dan waktu pencairannya," pungkasnya.

Dengan telah selesainya verifikasi data warga terdampak, pemerintah berharap proses penyaluran bantuan dapat segera terealisasi tanpa kendala berarti. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya