Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pria berinisial MN (58) meninggal dunia setelah sepeda motornya menabrak bagian belakang bus listrik di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Kamis (16/4). Kecelakaan terjadi di depan halte Stasiun Lenteng Agung ini diduga dipicu oleh kurangnya konsentrasi pengendara saat melaju dari arah utara menuju selatan.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat bus listrik jenis BYD bus listrik bernomor polisi B-7002-SGX yang dikemudikan pramudi berinisial T (29) tengah berhenti di halte penumpang Stasiun Lenteng Agung.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKB Ojo Ruslani menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Kamis (16/4) sekitar pukul 10.00 WIB.
"Diduga karena kurang konsentrasi, korban tidak mampu menghindari bus yang sedang berhenti dan langsung menabrak bagian belakang kendaraan tersebut," kata Ojo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Pada saat bersamaan, sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah utara menuju selatan. Korban diduga tidak mampu menghindari bus yang sedang berhenti hingga akhirnya menabrak bagian belakang kendaraan tersebut.
Benturan keras menyebabkan kerusakan signifikan pada sepeda motor, terutama di bagian depan yang pecah. Sementara itu, bagian belakang bus hanya mengalami kerusakan ringan.
"Perbedaan tingkat kerusakan ini menunjukkan kuatnya dampak benturan yang diterima kendaraan roda dua," ujar Ojo.
Polisi telah mengamankan lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan, serta mengamankan kendaraan dan dokumen terkait.
Ojo menuturkan kawasan Lenteng Agung dikenal sebagai salah satu titik dengan lalu lintas padat, khususnya di sekitar stasiun dan halte transportasi umum. Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan ekstra dari para pengguna jalan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga konsentrasi dan jarak aman saat berkendara, terutama ketika melintas di area pemberhentian kendaraan umum.
“Keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama. Kelalaian sekecil apa pun bisa berakibat fatal,” tegas Ojo. (Ant/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved