Banjir Kebon Pala Jakarta Timur Setinggi 1 Meter, Warga Bertahan di Rumah

Media Indonesia
17/4/2026 07:19
Banjir Kebon Pala Jakarta Timur Setinggi 1 Meter, Warga Bertahan di Rumah
Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur membuat turap sementara di bantaran kali yang longsor di Jalan Kali Baru, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (26/3/2026).(Antara/Sulthony Hasanuddin)

PERMUKIMAN warga di Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, kembali terendam banjir pada Jumat (17/4/2026) pagi. Ketinggian air dilaporkan mencapai 100 hingga 110 sentimeter (cm) atau lebih dari satu meter.

Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, mengonfirmasi bahwa kenaikan debit air mulai terjadi sejak dini hari. Hingga pukul 06.00 WIB, air terus merangkak naik dan merendam rumah-rumah warga yang berada di dataran rendah.

"Pagi ini, pukul 06.00 WIB, sekarang air sudah mencapai sekitar satu meter-an, naik terus airnya dini hari tadi," ujar Sanusi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (17/4).

Penyebab Banjir Kebon Pala

Banjir kali ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (16/4) malam. Menurut Sanusi, wilayah Kebon Pala memang kerap dilanda banjir berulang dalam beberapa hari terakhir karena pola cuaca ekstrem.

"Air mulai naik sekitar jam dua pagi, kayaknya karena hujan kemarin. Memang hujan hampir setiap hari, biasanya sore," tambahnya. Kondisi tanah yang belum kering sempurna akibat hujan harian membuat genangan air sulit surut secara optimal.

Meski ketinggian air sudah mencapai satu meter, warga setempat dilaporkan belum ada yang mengungsi. Mayoritas warga memilih bertahan di lantai dua rumah mereka masing-masing sembari menunggu air surut.

"Belum ada yang mengungsi, masih bertahan di lantai dua, masih aman," tegas Sanusi memastikan situasi di lingkungannya tetap terkendali.

Peringatan Dini BPBD DKI Jakarta:

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sebelumnya mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada 17 hingga 23 April 2026. Fenomena ini dipicu oleh fase bulan baru pada 17 April dan perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) pada 19 April 2026.

Langkah Antisipasi dan Layanan Darurat

Banjir yang merendam kawasan langganan ini praktis melumpuhkan aktivitas warga. Pihak berwenang terus memantau perkembangan debit air di lokasi-lokasi rawan banjir di sepanjang aliran sungai.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD DKI Jakarta menyiagakan layanan darurat melalui nomor 112 yang dapat dihubungi masyarakat selama 24 jam jika terjadi kondisi kedaruratan. Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi pemerintah dan situs pemantauan banjir Jakarta. (Ant/I-2)

Lokasi Terdampak Ketinggian Air Status Pengungsian
Kebon Pala, Kampung Melayu 100 - 110 cm Warga bertahan di rumah



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya