Hilang 13 Hari Usai Dimarahi Ibu, Remaja Putri Ditemukan di Stasiun Cibitung

Irvan Sihombing
15/4/2026 18:58
Hilang 13 Hari Usai Dimarahi Ibu, Remaja Putri Ditemukan di Stasiun Cibitung
Ilustrasi(Antara)

PELARIAN B (15), seorang siswi SMK asal Cikarang Utara yang hilang selama hampir dua pekan, akhirnya berakhir di peron Stasiun Cibitung. Remaja putri yang nekat meninggalkan rumah usai bersitegang dengan keluarganya itu berhasil dilacak polisi melalui sinyal ponsel, Rabu (15/4).

Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi, Ajun Komisaris Aliyani, mengungkapkan bahwa korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumah usai terjadi pertengkaran dengan keluarganya sekitar dua pekan lalu.

“Dari hasil pendalaman, diketahui bahwa kejadian ini bermula dari percekcokan antara korban, yang merupakan siswa kelas XI SMK, dengan saudaranya di rumah. Dalam suasana emosi, sang ibu sempat mengusir anak tersebut,” kata Aliyani di Bekasi, Selasa.

Hilang Usai Pertengkaran di Rumah

Pihak keluarga telah melakukan berbagai upaya pencarian, mulai dari menanyakan ke sekolah, teman-teman, hingga lokasi praktik kerja lapangan korban. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya keluarga melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung membentuk tim khusus untuk melacak keberadaan korban. Polisi kemudian memanfaatkan teknologi pelacakan dari sinyal telepon genggam yang digunakan korban.

“Penelusuran akhirnya mengarahkan petugas ke Stasiun Cibitung, tempat B ditemukan dalam kondisi sehat,” ujar Aliyani.

Ditemukan Selamat, Korban Kembali ke Keluarga

Setelah ditemukan, petugas melakukan pendekatan persuasif kepada remaja tersebut. Melalui komunikasi humanis dan mediasi emosional, korban akhirnya bersedia kembali pulang setelah mengetahui ibunya telah mencarinya selama hampir dua pekan.

“Alhamdulillah saat ini B telah kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya,” ucapnya.

Keberhasilan ini menjadi salah satu bentuk upaya kepolisian dalam melindungi masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

Polres Metro Bekasi mengimbau para orang tua untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak guna mencegah kejadian serupa. Masyarakat juga diminta segera menghubungi pihak kepolisian jika membutuhkan bantuan.

Layanan polisi dapat diakses melalui nomor 110 yang tersedia selama 24 jam, atau melalui layanan Curhat Langsung Bunda Kapolres (CLBK).

Sementara itu, orang tua korban menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan pihak kepolisian dalam menemukan anaknya.

“Saya berterima kasih kepada Ibu Kapolres yang sudah membantu menemukan anak saya yang sudah 13 hari saya cari,” ujar ibu korban dengan haru.

Penantian panjang keluarga korban di wilayah Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, akhirnya berbuah manis setelah sang anak kembali dalam keadaan selamat. (Ant/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya