Warga Rusunawa Marunda Ubah Limbah Organik jadi Produk Bernilai Ekonomi

Rahmatul Fajri
10/4/2026 18:32
Warga Rusunawa Marunda Ubah Limbah Organik jadi Produk Bernilai Ekonomi
Warga Marunda dalam pelatihan mengubah limbah organik jadi produk bernilai ekonomis.(Dok. Pribadi)

TIM dosen dari Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Institut Teknologi PLN (ITPLN) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan menyasar ibu-ibu PKK di Rusunawa Marunda Blok B, Jakarta Utara. Pelatihan ini difokuskan pada pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi produk bermanfaat yang memiliki nilai jual.

Kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat urban untuk mandiri dalam mengolah sampah dapur dan minyak jelantah, sekaligus menekan volume timbulan sampah di wilayah Cilincing.

Ketua tim PKM ITPLN, Valencia Safir, memberikan apresiasi atas antusiasme warga yang ingin berkontribusi menjaga lingkungan sekaligus mencari peluang penghasilan tambahan.

"Sampah di tangan yang salah menjadi masalah, namun di tangan yang tepat bisa menjadi solusi dan sumber daya yang bermanfaat," ujar Valencia melalui keterangannya, Jumat (10/4).

Dalam pelatihan tersebut, tim dosen menjelaskan dua teknik utama pengolahan limbah. Pertama adalah pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci menggunakan campuran soda api (NaOH) dan pewangi aromatik. Produk ini dapat digunakan untuk mencuci alat dapur hingga perlengkapan rumah tangga lainnya.

Anggota tim dosen ITPLN, Khumaidah Darojat, menjelaskan bahwa meski proses pembuatannya memakan waktu sekitar 90 menit, sabun tersebut membutuhkan waktu stabilisasi selama 90 hari sebelum siap digunakan secara aman.

Inovasi kedua adalah pembuatan eco enzyme, yakni larutan serbaguna hasil fermentasi sampah kulit buah segar yang dicampur air dan molase. Cairan ini memiliki kegunaan luas, mulai dari pembersih lantai, disinfektan, hingga pupuk cair.

Ketua RW 011 Kelurahan Marunda, Abdullah, menyambut positif kegiatan ini. Ia berharap para ibu PKK yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi penggerak bagi warga lain di lingkungan Rusunawa Marunda.

“Harapannya, ini dapat menjadi motivasi bagi warga untuk mulai mengolah limbah organik dari rumah masing-masing, sehingga sampah yang dihasilkan tidak terbuang percuma tetapi bisa bermanfaat bagi keluarga,” kata Abdullah. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya