Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat integrasi transportasi massal melalui pembangunan stasiun Commuter Line di kawasan Jakarta International Stadium (JIS). Proyek ini diharapkan menjadi solusi mobilitas sekaligus mendorong pengembangan kawasan berbasis transportasi terintegrasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembangunan Stasiun KRL JIS merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi publik di ibu kota.
“Dengan demikian, ketika perayaan ulang tahun Jakarta berlangsung pada Juni dan kegiatan dipusatkan di JIS maupun Ancol, masyarakat dari berbagai wilayah akan semakin mudah untuk hadir,” ucapnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Kamis (9/4).
Proyek tersebut merupakan hasil koordinasi antara Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero), dengan dukungan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) sebagai pengelola kawasan.
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menyebut kehadiran stasiun tersebut akan menjadi pengubah permainan (game changer) dalam mendukung operasional JIS.
“Stasiun KRL ini akan terletak tepat di sisi utara stadion, sehingga memudahkan penonton dari berbagai wilayah—terutama dari arah Jakarta Kota dan Tanjung Priok—untuk langsung mencapai lokasi tanpa perlu berganti moda transportasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan stasiun ini juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta Utara. Integrasi tersebut dirancang untuk menghubungkan berbagai moda transportasi dengan ruang publik, sehingga JIS tidak hanya berfungsi sebagai stadion, tetapi juga pusat aktivitas multipurpose.
Stasiun KRL JIS ditargetkan rampung pada Mei 2026 dan mulai beroperasi pada Juni 2026. Kehadirannya diyakini mampu mengurai kepadatan lalu lintas, terutama saat penyelenggaraan acara berskala besar.
“KRL mampu mengangkut ribuan penonton secara efisien. Ini sangat krusial, terutama untuk pertandingan dengan kapasitas hingga 82.000 penonton, agar arus keluar-masuk dapat lebih terdistribusi dengan baik,” lanjut Iwan.
Selain itu, proyek ini diharapkan mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum, sehingga mengurangi kemacetan di kawasan Jalan RE Martadinata dan sekitarnya.
Saat ini, kawasan JIS telah terhubung dengan berbagai moda transportasi, termasuk Transjakarta, KRL Commuter Line, serta jembatan penyeberangan orang yang menghubungkan stadion dengan kawasan Ancol.
Pramono menegaskan, penguatan konektivitas ini menjadi bagian dari upaya menjadikan JIS sebagai simbol masa depan Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan.
“Saya meyakini masa depan Jakarta ada di kawasan ini. Karena itu, konektivitas terus diperkuat,” tuturnya. (Fal/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved