Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, mencatat arus pendatang pascalebaran 2026 mulai menunjukkan tren peningkatan dengan total mencapai 3.749 jiwa.
Data tersebut terhimpun periode 1-9 april 2026. Program jemput bola para pendatang Mayoritas pendatang didominasi kelompok usia produktif yang dinilai berpotensi mendorong aktivitas ekonomi di Ibu Kota.
“Pendatang yang masuk ke Jakarta pascalebaran tahun ini tercatat sebanyak 3.749 jiwa, dengan komposisi laki-laki 1.871 jiwa dan perempuan 1.878 jiwa. Ini menunjukkan keseimbangan yang relatif sama,” kata Denny melalui keterangannya, Kamis (9/4).
Data Disdukcapil menunjukkan sebaran pendatang paling banyak masuk ke Jakarta Timur dengan total 1.151 jiwa, disusul Jakarta Barat 872 jiwa dan Jakarta Selatan 845 jiwa.
Sementara itu, Jakarta Utara mencatat 594 jiwa dan Jakarta Pusat 276 jiwa. Kepulauan Seribu menjadi wilayah dengan jumlah pendatang paling sedikit, hanya 9 jiwa.
Dari sisi demografi, arus urbanisasi kali ini didominasi usia produktif (15–64 tahun) yang mencapai 2.954 jiwa atau 78,79 persen dari total pendatang.
Adapun usia anak (0–17 tahun) tercatat 883 jiwa atau 23,55 persen, sedangkan kelompok lansia hanya 79 jiwa atau 2,11 persen.
Komposisi ini, menurut Denny, memperlihatkan bahwa sebagian besar pendatang datang dengan tujuan bekerja atau mencari penghidupan di Jakarta.
Hal itu diperkuat dengan data tingkat pendidikan, di mana 83,54 persen pendatang merupakan lulusan SLTA ke bawah, sementara hanya 16,46 persen yang memiliki pendidikan lebih tinggi.
“Dominasi usia produktif ini menjadi indikasi kuat bahwa Jakarta masih menjadi magnet ekonomi. Namun, kami juga mengingatkan pentingnya kesiapan keterampilan agar pendatang bisa terserap di sektor formal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Disdukcapil juga mencatat sekitar 66,82 persen pendatang masuk dalam kategori asumsi berpenghasilan rendah berdasarkan jenis pekerjaan. Sementara 33,18 persen lainnya diperkirakan memiliki penghasilan yang lebih baik.
Denny menegaskan, pihaknya terus melakukan pendataan dan pengawasan terhadap arus masuk penduduk guna memastikan tertib administrasi kependudukan serta mendukung perencanaan pembangunan daerah.
“Kami mengimbau para pendatang untuk segera melapor dan mengurus administrasi kependudukan. Ini penting agar mereka bisa mengakses layanan publik dan terdata secara resmi,” tegasnya.
Dengan tren ini, Pemprov DKI dihadapkan pada tantangan klasik urbanisasi, mulai dari penyediaan lapangan kerja hingga layanan dasar. Namun di sisi lain, arus pendatang usia produktif juga menjadi peluang untuk memperkuat roda ekonomi Jakarta jika dikelola dengan baik. (Far/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved