Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN ribu warga empat kelurahan di sekitar tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang harus menunggu uang kompensasi bau turun lebih lama. Para penerima diwajibkan memiliki rekening Bank Jabar Banten (BJB) agar proses penyaluran uang kompensasi tersebut mudah.
Lurah Sumurbatu, Taufik mengatakan, sebetulnya pembayaran uang kompensasi bau bisa dilakukan pada 23 Desember kemarin. Namun, hal tersebut urung dilakukan karena pihaknya masih memverifikasi data warga penerima untuk pembuatan rekening BJB.
"Jumlah penerimanya masih kami verifikasi dulu," ungkap Taufik, Kamis (29/12).
Taufik memprediksi jumlah penerima uang kompensasi itu bertambah sesuai dengan data verifikasi ulang. Semula, jumlah penerima uang kompensasi bau tersebut berjumlah 15 ribu KK, tapi bertambah menjadi 18 ribu KK. "Baru ada 12.467 KK yang memiliki rekening dari Bank BJB," jelas dia.
Berdasarkan data yang diperoleh, uang kompensasi bau itu sudah dikirim dari DKI Jakarta ke Pemerintah Kota Bekasi sejak pertengahan Desember ini. Besaran uang tersebut mencapai Rp18 miliar dari total dana bantuan swakelola TPST bantargebang sebesar Rp183 miliar.
Kompensasi tersebut akan disalurkan pada warga yang bermukim di sekitar TPST Bantargebang dari Kelurahan Cikiwul, Kelurahan Sumur Batu, Kelurahan Bantargebang dan Kelurahan Ciketing Udik.
Ketua RT 01/05, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang Saman menyampaikan, sudah lama warga empat kelurahan menanti uang kompensasi tersebut turun. Sebab, selama peralihan pengelolaan TPST Juni kemarin, uang kompensasi bau tersebut macet.
"Biasanya kami terima pertriwulan, tapi sejak Juni Kemarin belum turun," jelas Saman.
Menurut Saman, sebagian besar warga sudah menanti turunnya uang kompensasi bau tersebut sebesar Rp500 ribu pertriwulan. Sebab, uang tersebut biasa mereka pergunakan untuk membeli tambahan kebutuhan sehari-hari seperti air bersih, pengharum ruangan, serta makan.
"Kami berharap uang itu segera bisa diterima warga," tukasnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved