Pilkada dan Terorisme Jadi Fokus Polri di 2017

Akmal Fauzi
29/12/2016 09:40
Pilkada dan Terorisme Jadi Fokus Polri di 2017
(Kapolri Jend. Tito Karnavian (tengah) didampingi Wakapolri Komjen Syafruddin (kiri) dan Irwasum Polri Komjen Dwi Priyatno (kanan) menyampaikan kinerja dan capaian prestasi Kepolisian 2016 serta rencana strategis 2017. -- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

PEMILIHAN kepala daerah (Pilkada) serentak pada Februari 2017 menjadi fokus Polri untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada tahun depan.

"Ini yang perlu kami antisipasi ialah dampak Pilkada. Terutama di Aceh, dan DKI Jakarta," kata Kapolri Jendral Tito Karnavian, saat jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (28/12) malam.

Salah satu titik perhatian Polri ialah menekan isu yang beredar di media sosial yang bisa menimbulkan fitnah. Tito menegaskan, dampak isu di media sosial dapat menyebabkan perpecahan. Untuk itu ia menghimbau masyarakat untuk tidak mudah mengunggah konten yang provokatif,

"Media sosial ini tidak bertuan. Jangan share berita yang tidak jelas," ujarnya.

Ihwal terorisme, Tito tidak menampik tren di 2017 akan naik. Ia menjelaskan, kenaikan bisa disebabkan karena pada tahun ini semua negara menekan kelompok ISIS. Akibatnya jaringan di luar Suriah akan bergerak untuk menunjukkan eksistennsiya.

"Jaringan disuruh bergerak. Makanya terjadi serangan di Eropa, di Prancis, termasuk di Indonesia," ungkapnya.

Tahun lalu, Polri menangani 82 kasus terorisme. Jumlah itu meningkat hingga 170 kasus pada 2016. Untuk itu Polri ke depan berupaya memberantas sel-sel kecil yang bergerak di Indonesia. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya