Jakarta Punya ITF, Bantar Gebang bakal Berubah

Ilham Wibowo
16/12/2016 20:39
Jakarta Punya ITF, Bantar Gebang bakal Berubah
(MI/Rommy Pujianto)

PROYEK teknologi pengolahan sampah dalam kota atau Intermediate Treatment Facility (ITF) DKI Jakarta diproyeksikan bisa mengolah seluruh sampah ibu kota.

Karena itu, nasib sekitar 7.000 pemulung yang mengais rezeki di Unit Pengelolaan Sampah Terpadu (UPST) Bantar Gebang, Bekasi juga akan berubah.

"Otomatis itu (kehadiran pemulung) berubah dengan pembangunan Bantar Gebang," kata Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono di Balai Kota, Jumat (16/12).

Ia menjamin ribuan pemulung tersebut bisa tetap diberdayakan. Kehadiran proyek ITF DKI tidak akan lantas menghilangkan pendapatan pemulung Bantar Gebang. Pemprov DKI akan mengupayakan membentuk sebuah kebijakan program untuk pemberdayaan para pemulung.

"Nanti bentuknya apa, bukan pemulunglah namanya. Pasti otomatis akan diberdayakan di daerah-daerah Bantar Gebang," ucap Soni, sapaan Sumarsono.

Sebelumnya, Pemprov DKI menargetkan bisa mengolah sendiri sampah Ibu Kota dalam lima tahun ke depan. Target ini sesuai UU No18 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Tenaga Sampah (PLTSa). Proyek itu akan dibangun di lima lokasi berbeda.

Tahap pertama, lokasi proyek di kawasan Sunter, Jakarta Utara. PT Jakarta Propertindo diberi amanat bekerja sama dengan Fortum Finland untuk membangunnya dengan investasi Rp3 triliun. Kontrak proyek telah ditandatangani dan dijanjikan bisa digunakan pada 2019.

ITF Sunter ini diklaim mampu mengolah 2.200 ton sampah per hari menjadi energi listrik 35-40 Mw. Jumlah itu bisa mengurangi sepertiga total sampah di UPST Bantar Gebang yang saat ini menampung 7.000 ton per hari. (MTVN/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya