Apes karena Rokok dan Kopi Pagi

21/2/2015 00:00
Apes karena Rokok dan Kopi Pagi
(MI/Angga Yuniar)
SEGELAS kopi hitam dan rokok penyegar mata mendadak tak lagi nikmat bagi Bayu, 38, pengojek yang mangkal di Kali Sentiong, Johar Baru, Jakarta Pusat, kemarin pagi. Bukan penumpang yang datang menghampirinya, melainkan seorang petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang menunjukkan foto puntung rokok dan bungkus kopi yang ia buang sekenanya.

Petugas itu menggelandang Bayu ke Kantor Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ia dan rekannya sesama pengojek lain sempat menolak, apalagi si petugas mengatakan perbuatannya membuang sampah sembarangan bisa dikenai denda. "Untung kopinya nggak dibawa juga, jadi saya habiskan dulu," ujarnya.

Di kantor kecamatan, ia bersama seratusan warga lain mengantre, menunggu disidang oleh tiga hakim dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Majelis hakim menghukum Bayu membayar denda Rp150 ribu, ditambah biaya perkara Rp2.000. "Kapok saya jadi kena denda begini. Uangnya mendingan buat beli rokok dapat satu slop," tuturnya.

Pembuang sampah sembarangan lainnya, Adi, 42, warga Sawah Besar, terlihat menyesali perbuatannya. Ia tidak bisa mengelak lagi saat petugas memberikan foto dirinya yang membuang sampah sembarangan sebagai barang bukti. "Kena Rp120 ribu gede juga. Ini gara-gara ketangkap buang botol sama Satpol PP," gerutu Adi.

Adi beralasan terpaksa membuang sampah sembarangan karena tidak ada tempat sampah di sekitarnya saat itu. "Harusnya pemerintah menyediakan tempat sampah yang banyak supaya warga juga nggak bingung kalau mau buang sampah," tuturnya.

Sanksi yang dijatuhkan kepada para warga tersebut sesuai Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Camat Tanah Abang Hidayatullah mengatakan operasi tangkap tangan bertujuan mencegah menjamurnya titik-titik penampungan sampah liar di wilayah Tanah Abang, khususnya kawasan Pasar Tanah Abang dan aliran Kali Sentiong.

"Tipiring ini untuk mencegah adanya pelanggaran buang sampah sembarangan dan PKL liar kembali beroperasi. Sampai saat ini, titik-titik sampah masih terlihat di beberapa tempat," ungkapnya.

Ia mengeluhkan masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang terjaring operasi kali ini.

"Saya malah berharap jumlah pelanggar jauh lebih sedikit dari sekarang. Harusnya mereka sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan," kata Hidayatullah.

Ia menambahkan, pengawasan serupa akan terus digalakkan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya