Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA Depok, Jawa Barat, tengah menghadapi krisis ketersediaan gedung sekolah SMP dan SMA negeri. Bagaimana tidak, dari 287 ribu siswa yang lolos ujian nasional (UN) tingkat SD, diperkirakan 120 ribu tidak bisa tertampung di SMP negeri.
"Tidak cuma itu, dari 26.957 siswa SMP yang lolos UN, hanya 4.160 yang bisa tertampung di SMA dan SMK negeri. Ini merupakan suatu kondisi yang sangat memprihatinkan, harus segera dibenahi dan ditanggulangi segera," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Herry Pansila Prabowo, kemarin (Rabu, 15/6).
Hingga tahun ini, kata Herry, jumlah gedung SMP negeri di Depok ada 26 dan SMA/SMK negeri 13 gedung. "Jumlah ini berbanding terbalik dengan jumlah lulusan," tambahnya.
Untuk menghadapi masalah itu, sambung Herry, satu-satunya jalan ialah dengan menambah jumlah gedung sekolah. "Namun, itu tentu butuh waktu. Untuk penyelesaian masalah saat ini akan kita buat sekolah petang atau sekolah satu atap (SSA) untuk SMPN, SMAN, dan SMKN," paparnya.
Untuk sekolah petang, sambungnya, pihaknya akan memanfaatkan sejumlah gedung SD dengan kegiatan belajar mengajar hanya di pagi hari. "Kami akan optimalkan gedung-gedung SD negeri. Kami bakal menghapus SD negeri yang proses belajar mengajarnya di siang hari," tandasnya.
Sejumlah sekolah yang akan dijadikan tempat belajar SMP dan SMA/SMK negeri petang di antaranya SDN Pondok Petir 3 (untuk Kecamatan Bojongsari), SDN Harjamukti 3 (Kelurahan Harjamukti), SDN Mekar Jaya 31 (Kecamatan Sukma Jaya), dan SMPN 23.
"Berdasarkan data pokok pendidikan Kota Depok, angka partisipasi kasar warga Depok yang bersekolah di SMP negeri masih 76%, sementara untuk SMAN/SMKN baru 54%," jelas Herry.
Tambah 10 gedung
Ia mengaku telah menyampaikan masalah keterbatasan daya tampung itu ke Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad, termasuk alternatif yang akan dilakukan yakni pembuatan sekolah petang agar siswa miskin bisa tetap melanjutkan pendidikan di sekolah negeri.
Untuk rencana pembangunan gedung sekolah baru, pihaknya telah berencana menambah 10 sekolah negeri. Untuk tingkat SMP akan ditambah 4 sekolah negeri, SMA ditambah 4 sekolah, dan SMK ditambah 2 sekolah.
Hery menyebutkan, berdasarkan data yang dimiliki, setiap tahun jumlah lulusan SD dan SMP di Depok meningkat 10% setiap tahunnya. Peningkatan itu karena tingginya tingkat perpindahan penduduk dari Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Tangerang ke Depok. Sayangnya, hal itu tidak dibarengi dengan penambahan jumlah atau kapasitas sekolah.(KG/J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved