Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FESTIVAL Palang Pintu yang kembali digelar pada Sabtu (28/5) hingga kemarin agak berbeda dengan perayaan-perayaan sebelumnya. Festival itu tidak lagi didanai anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Penyelenggara kegiatan mengumpulkan berbagai sponsor agar acara yang berdekatan dengan perayaan hari ulang tahun (HUT) Ibu Kota itu tetap meriah. Bukannya enggan membiayai, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memilih menyalurkan dana APBD langsung ke sanggar-sanggar seni dan olahraga. Menurut Ahok, cara demikian lebih bermanfaat untuk tetap menjaga denyut kehidupan kesenian dan budaya Betawi. "Kami bantu sanggar dan klub olahraga. Kami mulai rancang sistem, sanggar yang langsung juara kami kasih hadiah saja beberapa ratus juta. Supaya bisa berkembang," ujarnya. Tidak hanya mendanai sanggar, kata Ahok, pihaknya juga tidak segan-segan membiayai tiket perjalanan, penginapan, dan uang makan bagi peserta sanggar yang ikut aktif berkompetisi di tingkat nasional.
"Misalnya mau tanding ke tingkat nasional, tapi enggak ada uang tiket, makan, dan hotel. Kami bayari. Begitu jadi juara, kami langsung kirim hadiah ke yang juara. Itu bisa bikin sanggar lebih hidup. Itu yang saya pikir harus dilakukan di masa depan," jelasnya. Sementara itu, dari area perayaan festival, beberapa pengunjung mengaku kecewa dengan perayaan kali ini. Nuansa Betawi dirasa kurang menggigit. Ferdy Nuriman, salah seorang pengunjung, mengatakan, saat berkeliling mendatangi 270 stan yang ada, kebanyakan tidak bernuansa Betawi.
Contohnya stan sosis bakar dan takoyaki. "Beberapa pedagang kerak telor memang ada di depan pintu masuk, tapi di dalam, makanannya kebanyakan bukan makanan Betawi. Bahkan ada yang jualan rokok dan alat kesehatan," keluhnya. Pedagang pakaian dan minuman terlihat mendominasi stan-stan yang memeriahkan festival tersebut. Pengunjung lainnya, Bambang Rignanto, mengatakan perayaan festival kali ini tidak ubahnya seperti memidahkan pasar ke Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan. Padahal, seharusnya nuansa budaya Betawi lebih kental disajikan. "Adanya jualan sepatu, baju dan makanan. Sama saja seperti di pasar," ujarnya. Dalam kesempatan itu, Bambang menyempatkan diri melihat kontes Batu Pandan yang membaur di antara stan-stan lainnya. Lomba mengadu keindahan batu cincin itu, menurut salah seorang panitia, Budiman Mulyadi, dilakukan pertama kalinya di Festival Palang Pintu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved