Mengejar PSK malah Diusir

Denny Aryanto
16/6/2015 00:00
Mengejar PSK malah Diusir
(MI/Ramdani)
PETUGAS gabungan yang tengah bertugas menertibkan keberadaan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) terperanjat. Langkah mereka dihadang saat sedang mengejar seorang perempuan yang diduga pekerja seks komersial (PSK) di kawasan hiburan malam di Blok M, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Setelah melihat petugas mengejar, perempuan berpakaian minim dengan wajah dipoles make-up tebal yang mangkal di Lapangan Bhayangkara, Jalan Trunojoyo, atau tepat di seberang Markas Besar Kepolisian RI, itu lari pontang-panting. Ia menerabas masuk ke salah satu tempat hiburan malam.

Petugas yang tengah mengejar itu dihadang sejumlah pria berbadan gelap di pintu masuk tempat hiburan malam. Pria-pria yang bertugas menjaga tempat hiburan itu mengusir petugas. ''Di sini, kalau mau masuk, pakai peraturan,'' bentak salah seorang dari mereka.

Petugas dari Dinas Sosial DKI Jakarta itu coba menjelaskan maksud mereka, tetapi tidak digubris. Petugas tetap tidak diizinkan masuk mengejar buruan mereka. Untunglah, penertiban PMKS yang diadakan untuk menjaga kekhusyukan Ramadan itu dilakukan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kepolisian, dan Garnisun TNI setempat.

Setelah melihat petugas dari Dinas Sosial kesulitan, anggota Garnisun pun turun tangan. Para petugas pun bisa masuk dan menangkap PSK yang dikejar.

Lain lagi di Kampung Melayu. Saat sedang mengejar beberapa tunawisma, muncul seorang polisi yang mengacungkan senjata api jenis pistol ke arah petugas. Polisi yang kebetulan sedang berada di lokasi tersebut tidak mengetahui adanya penertiban itu.

Meski sempat menghadapi berbagai masalah, dalam operasi itu petugas berhasil menjaring 46 orang PMKS dari berbagai tempat di Jakarta.

Operasi dilakukan petugas gabungan kurang lebih sebanyak 200 personel. ''Razia dilakukan berkaitan dengan menyambut Ramadan. Dari yang terjaring itu terdiri dari PSK, waria, pengamen, dan tunawisma,'' kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta Chaidir di sela-sela penertiban tersebut.

Chaidir menjelaskan lebih lanjut, setiap menjelang Ramadan ditemukan banyak PMKS musiman yang berdatangan. Utamanya gelandangan dan pengemis. Karena itu, razia serupa akan digalakkan di sepanjang Ramadan.

Terhadap PMKS yang terjaring, akan dilakukan pendataan. Proses akan dilakukan di Panti Sosial Bina Insan, Kedoya, Jakarta Barat. Menurut rencana, pada 16 Juni nanti akan dilakukan program pemulangan PMKS dengan titik tujuan wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. ''Untuk PMKS yang pernah terjaring, akan diambil sanksi tegas. Bisa kami penjarakan sesuai dengan peraturan berlaku. Tapi jika ada keluarga mereka di jakarta, dapat langsung dipulangkan dengan terlebih dahulu membuat pernyataan,'' terangnya.(J-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya