Berdoa dan Bersilaturahim saat Nyekar

DA/Mal/Yah/Gan/J-4
15/6/2015 00:00
Berdoa dan Bersilaturahim saat Nyekar
(MI/ATET DWI PRAMADIA)
BERZIARAH ke makam atau nyekar menjadi tradisi yang kerap dilakukan warga menjelang Ramadan.

Pekan terakhir sebelum puasa selalu menjadi puncak kunjungan ke makam, termasuk warga Ibu Kota.

Jajang, 52, warga Pulogadung, Jakarta Timur misalnya.

Jajang yang berziarah ke TPU Utan Kayu, Rawamangun, Jakarta Timur, itu memaknai ziarah sebagai ajang silaturahim dengan keluarga lainnya yang ada di luar Jakarta.

Setiap tahun pada akhir pekan sebelum Ramadan, Jajang dan saudaranya selalu mendatangi makam sang ibu serta keluarga lainnya. Pertemuan di TPU itu menjadi ajang silaturahim.

"Kami kan keluarga besar. Ada adik, kakak yang dari Bogor, Bandung, Tangerang. Jadi kumpul semua di sini. Dimanfaatkan untuk bersilaturahim sambil mendoakan," tuturnya.

Warga lainnya, Vera, 37, yang tinggal di Kemandoran, Jakarta Selatan, sengaja memilih akhir pekan terakhir untuk nyekar bersama anggota keluarganya yang lain ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Tiap mau puasa sama habis Lebaran memang harus nyekar karena sudah menjadi tradisi di keluarga saya," ujarnya saat berziarah kemarin.

Puncak aktivitas nyekar di pekan terakhir sebelum puasa itu membuat jalan di sekitar permakaman dipadati kendaraan dan menimbulkan kemacetan panjang.

Seperti di sekitar TPU Karet Bivak, kemacetan terjadi di dua ruas Jalan Raya Pejompongan, utamanya di sepanjang pagar makam.

Laju arus kendaraan dari arah Palmerah jadi agak tersendat karena badan jalan didominasi kendaraan roda empat yang parkir secara horizontal.

"Mau enggak mau yah harus menyempatkan datang ke makam hari ini. Soalnya mau datang kapan lagi. Besok sudah kerja. Mungkin banyak pengunjung datang karena kebetulan sekarang hari libur," kata Vera.

Ritual nyekar juga dilakukan warga di Bekasi. Mulai dari TPU, tanah makam wakaf, serta permakaman di kampung-kampung kecil ramai didatangi warga.

"Sepertinya minggu ini puncaknya nyekar. Mengingat pekan depan sudah masuk puasa. Takut peziarah membludak, makanya kami siapkan pasokan bunga lebih banyak," ujar Hasan, 42, salah satu pedagang bunga tabur di TPU Perwira, Bekasi.

Ramainya penyekar yang datang juga menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas lalu lintas di dekat tempat permakaman.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Sopandi Budiman menyampaikan, untuk melerai kemacetan di tengah musim nyekar, pihaknya telah menempatkan beberapa personel untuk mengurangi kemacetan di sekitar TPU.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya