Aksi penodongan yang dilakukan kawanan penjahat terhadap sebuah mobil yang terjebak macet diabadikan seorang pengguna jalan di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (10/6)(FACEBOOK)
DI tengah upaya keras kepolisian membangun citra positif, ada saja ulah polisi yang belum move on. Satuan Bhayangkara Negara yang memiliki moto 'Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat' itu tercoreng lagi akibat ulah anggotanya.
Dulu ada aksi koboi polisi menindak sopir dan penumpang bus Trans-Jakarta. Adapun kali ini polisi mengabaikan laporan kejahatan yang dilaporkan warga. Kelakuan polisi model seperti itu sudah menjadi rahasia umum. Namun, yang diunggah Diki Septerian di Facebook menegaskan adanya hal itu.
Diki menuliskan kekecewaannya di akun Facebook lantaran laporannya di Pos Pantau Jl Raya Cilincing terkait dengan aksi perampokan oleh bajing loncat diabaikan polisi. Dia melihat sendiri aksi perampokan terhadap sopir mobil Mitsubishi Colt L9667H pada Rabu (10/6) siang.
Apalagi, jelas Diki, saat dia mendatangi pos pantau untuk melaporkan, ternyata sudah ada korban untuk melapor. "Ada dua HP dan uang Rp200.000 dirampas," lapor korban ke polisi. Diki menambahkan, "Oh sama, kami juga ingin melaporkan itu, saya punya gambar pelakunya, Pak," sahut Diki.
Korban ternyata sama, mengendarai mobil bak terbuka (yang mungkin jendelanya juga terbuka).
"Baik Pak, silakan Bapak lapor ke Polsek Marunda (atau polres saya lupa). Bapak bantu dengan gambar," jawab polisi itu. "Loh? Bukannya Bapak saja yang mengecek ke lokasi!?" Seru teman yang tidak bisa mengerti alur pikir polisi itu. "Tidak bisa, saya jaga sini." Begitu saja," kata Diki dalam posting-an di akun Facebook-nya, Kamis pagi pukul 08.43 WIB (11/6). Diki juga mengunggah foto peristiwa tersebut.
Dalam posting-an lanjutan, Diki menyebutkan padahal di pos pantau itu ada polisi lain yang sedang asyik duduk memainkan layar HP-nya, dan ternyata di balik pos ada 2-3 polisi lain yang juga sedang duduk-duduk. 'Maafkan Pak Polisi, kami punya janji yang harus kami tunaikan. Maafkan kami juga yang gagal paham dengan prosedur yang bapak sampaikan', tulis Diki.
Kabag Humas Polres Jakarta Utara Komisaris Muhammad Sungkono geram saat membaca posting-an Diki Septerian. "Itu polisi macam apa. Harusnya begitu ada laporan, dia langsung jemput bola. Bukan malah mengarahkan untuk melapor lagi. Nggak bisa dibiarkan," tegas Sungkono.
Anehnya, Kapolsek Cilincing Komisaris Edi Purnawan mengaku tidak ada laporan tersebut. "Saya tahu posting-an Facebook itu, tapi tidak ada yang lapor, kok," kilah Edi.
Kasus tersebut, bagi para sopir truk kontainer yang sering melintas di lokasi tersebut, bukan cerita baru. "Umumnya sudah merasakan. Saya sudah empat kali," kata Hamdi, yang sudah 20 tahun menjadi sopir kontainer. (Thomas Harming Suwarta/J-3)