PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta memperbaiki sarana transportasi dan permukiman dengan menciptakan hunian di sekitar stasiun atau TOD (transit oriented development).
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menargetkan proyek mass rapid transportation (MRT) dari Bundaran Hotel Indonesia ke Stasiun Kampung Bandan, Ancol, selesai 2020.
Basuki atau Ahok menambahkan pembangunan jalur MRT Bundaran HI-Kampung Bandan juga diiringi dengan membangun kawasan stasiun kereta yang dilengkapi depo MRT dan rumah susun.
"Kami mulai pembangunan tahun depan. Semua ditargetkan selesai 2020. Manggarai juga menjadi target kita," ungkap Ahok di Stasiun Kota seusai meninjau Stasiun Kampung Bandan, Ancol, kemarin.
Menurut Ahok, pembangunan TOD bertujuan menciptakan permukiman yang dekat dengan moda transportasi umum. "Konsepnya mirip di India. Jadi supaya hemat biaya, harus tinggal dekat stasiun. Jadi nanti tidak ada parkir kendaraan," tambahnya.
Ahok menjelaskan pembangunan depo MRT dan rusun di Kampung Bandan akan dilkukan di lahan seluas 3,2 ha milik PT KAI. PT Jakarta Propertindo sebagai kontraktor akan diberikan anggaran sebesar Rp5 triliun hingga Rp7 triliun yang dianggarkan pada APBD-P 2015. Tawarkan saham Ahok pun menawari PT KAI saham PT MRT Jakarta. Hal itu bertujuan agar dapat bersama-sama mengelola moda transportasi bagi warga Ibu Kota. "Depo MRT kan di Stasiun Kampung Bandan. Makanya lebar rel MRT dirancang sama dengan kereta api. Kita juga lagi berpikir agar PT KAI punya saham MRT. Nanti kita juga punya saham di commuter line," tuturnya.
Kepala DAOP I KAI Apriyono Wedi Chresnanto mengapresiasi langkah Pemprov DKI mengajak pihaknya bersama-sama membangun kawasan TOD di Stasiun Kampung Bandan dan Manggarai.
Menurut dia, pembangunan depo MRT dan rusunawa di Kampung Bandan dilakukan di atas lahan yang terpisah. Namun, kedua lahan tersebut tetap milik PT KAI.
Mengenai desain pembangunan depo MRT dan rusunawa, dia mengakui belum mengetahui konsepnya. Namun, keduanya harus dibangun dengan secepatnya.
"Konsepnya saya belum tahu, karena harus digambar ya. Namun, keduanya akan dibangun terintegrasi dengan Stasiun Kampung Bandan. Nanti kita bicarakan lebih lanjut dengan Pemprov DKI. Pak Gubernur sih inginnya cepat," ujarnya.
Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan pembangunan depo MRT yang terintegrasi dengan rusunawa Kampung Bandan masih menunggu surat penugasan dari Gubernur DKI. (Yah/Ssr/J-1)