Warga Bisa Nikmati Kuliner Indonesia

MI
11/6/2015 00:00
Warga Bisa Nikmati Kuliner Indonesia
(MI/Iis Zatnika/Ilustrasi)
JAKARTA memasuki hari jadinya yang ke-488 tahun ini. Usia tua tidak membuat Ibu Kota layu, justru semakin gempita oleh pembangunan. Untuk menyambut hari jadi Kota Jakarta berbagai acara pun digelar guna menghibur warga, mulai bermacam pameran, festival, karnaval, hingga berbagai pertunjukan.

Salah satu acara yang digelar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan diperkirakan bakal banyak diminati masyarakat pada HUT kali ini ialah pameran kuliner bertajuk Festival Kuliner Nusantara.

Dalam festival yang bakal digelar pada 14 Juni mendatang di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, tersebut pemprov menyediakan 58 stan yang akan menjual berbagai sajian kuliner dari seluruh Indonesia. Pengisi stan ialah usaha kecil dan menengah (UKM) binaan Badan Kerja Sama Oganisasi Wanita (BKOW).

Sedikitnya 100 ribu orang diperkirakan bakal berkunjung ke festival itu. Tingginya target itu bukan karena banyaknya sajian kuliner yang dijual, melainkan hadirnya berbagai lomba yang diselenggarakan di acara tersebut.

Ketua BKOW Happy Farida mengatakan, semula pihaknya berusaha mendatangkan ragam kuliner dari 34 provinsi di Indonesia. Namun, muncul kekhawatiran masyarakat Jakarta dan sekitarnya kurang familier dengan aneka rasa berbagai masakan tersebut sehingga sajian tradisional urung didatangkan secara lengkap.

"Awalnya kami memang mau mendatangkan masakan dari semua provinsi. Tapi kami khawatir orang Jakarta belum bisa menerima rasanya sehingga tidak ada yang membeli. Kemudian kami membatasi hanya menyajikan masakan tradisional Jawa, Sumatra, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi," katanya, Senin (8/6).

Sementara itu, Sekretaris Panitia Acara HUT Jakarta Andi Firdaus mengatakan festival kuliner digelar tanpa menggunaan dana APBD. Dalam penyediaan panggung, tenda, dan stan, pemprov didukung oleh salah satu event organizer melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Adapun untuk kebersihan, listrik, dan lainnya disediakan oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

"Mengapa kami bisa menyelenggarakan acara tanpa menggunakan APBD? Karena kami memanfaatkan semua sarana yang ada. Panitia dan stan kita dibantu oleh event organizer yang kasih CSR, sedangkan kebersihan dibantu Dinas Kebersihan. Kebutuhan listrik dan air selama acara dibantu oleh Dinas Perindustrian dan Energi. Jadi kami manfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh SKPD. Ini bentuk efisiensi kami," ujar Andi yang juga menjabat Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta. (Put/J-20



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya