PT TRANS-JAKARTA bakal menerbitkan lagi tiket sekali jalan (single trip) mulai bulan ini. Hal itu bertujuan memenuhi keinginan penumpang yang mengeluh atas sistem tiket elektronik (e-ticketing). Sebelumnya, sejak awal 2015, 12 koridor bus TransJakarta sudah resmi menggunakan e-ticketing untuk meminimalkan penumpukan antrean penumpang di halte pemberangkatan.
"Tiket tersebut (single trip) diperuntukkan penumpang yang merasa terbebankan melakukan top up (isi ulang kartu elektronik) atau hanya naik bus Trans-Jakarta cuma sekali. Berbeda bagi penumpang langganan, penggunaan e-ticketing justru lebih menguntungkan karena sudah tidak perlu lagi antre beli tiket di halte tiap keberangkatan," kata Direktur Utama PT Trans-Jakarta Antonius Stave Kosasih di Jakarta, kemarin.
Menurut Kosasih, tiket sekali jalan yang akan kembali diluncurkan tersebut berbeda dengan tiket commuter line milik PT KAI. Pada tiket Trans-Jakarta, penanaman data diri penumpang akan secara jelas tersimpan dalam kartu. "Jadi, pemegang kartu bisa terdata, mulai nama, alamat, sampai pekerjaannya. Makanya (proses pembuatannya) agak lama, beda kalau cuma kartu single trip biasa," yakinnya.
Pemberlakuan itu mendapat respons positif di kalangan penumpang. "Kalau jarang pakai, sayang beli yang multitrip. Kadang juga sering lupa masih ada uang berapa di kartu," ucap Riri, warga Lebak Bulus, Jaksel, yang mengaku bukan pengguna rutin bus Trans-Jakarta.