Pelaku Tawuran Terorganisasi

MI
10/6/2015 00:00
Pelaku Tawuran Terorganisasi
(Antara/Ridwan Hasan/Ilustrasi)
WARGA di sekitar Jalan KH Mas Mansyur, Krendang, Tambora, Jakarta Barat, mengaku resah akibat seringnya kelompok remaja melakukan tawuran. Minggu (31/5), tawuran telah menewaskan dua orang, Roni, 17, dan Alamsyah, 21.

Lurah Krendang, Mahfud, kemarin mengatakan para pelaku tawuran ialah kelompok remaja. Mereka secara bergerombol menggunakan sepeda motor berkeliling di jalan-jalan wilayah Jakarta Barat. Di tengah jalan, mereka kerap mengganggu pengguna jalan atau warga yang beraktivitas di sisi jalan.

Satu sepeda motor bisa ditunggangi dua sampai tiga remaja. Beberapa orang di antaranya membawa senjata tajam.

"Mereka sering berkeliling di wilayah kami pada WIB sekitar pukul 02.00. Bergerombol 30-40 motor," ujarnya.

Para remaja itu menamakan diri sebagai Kelompok All Star yang tergabung dari kelompok remaja berbeda wilayah, seperti Penjaringan, Tanah Pasir, Jakarta Utara, serta Cebokan Keagungan, Tamansari, Jakarta Barat. Kelompok tersebut sangat meresahkan warga Tambora.

"Memang belum dapat diidentifikasi lebih pasti. Mereka puluhan kali tawuran. Hampir tiap malam berkeliling di wilayah kami. Biasanya kita halau agar tidak terjadi bentrokan dengan warga kami. Pada peristiwa terakhir, korban warga Keagungan, pelaku warga Penjaringan, tapi TKP di Tambora. Kami kena getahnya saja," tambah Wakil Camat Tambora, Suriyanto.

Tangkap pelaku
Kapolsek Tambora Komisaris Wirdhanto Hadicaksono mengungkapkan terus berupaya menangkap pelaku tawuran yang menewaskan dua remaja itu.

Saat ini sudah ada tujuh tersangka yang ditangkap, antara lain AS, 17, yang diduga sebagai eksekutor, MT, 15, DI, 16, RR, 20, serta remaja kembar, PRA dan PRI, 16. "Kami masih terus mencari pelaku lain," ujar Wirdhanto.

Kelompok remaja itu, dijelaskan Kapolsek Tambora Wirdhanto Hadicaksono, terorganisasi. Pembagian tugasnya detail, ada yang bertanggung jawab mengumpulkan senjata tajam, bagian publikasi, mengumpulkan massa, juga bagian dokumentasi.

"Cara berkomunikasi mereka juga unik, melalui Facebook dan media sosial lainnya," ujar Wirdhanto.

Hasil penelusuran Facebook, terdapat grup The Big Family Kebon-Kelapa 13 All Stronk Serdadu Camp All Star (SCAS). Di laman tersebut, kelompok yang berdiri sejak 30 Oktober 2010 itu telah menyatakan,

"Sampai kini pun kami tetap berdiri. Jakarta Utara tempat kami. Kami tidak mau diusik, tapi doyan ngusik. Itulah kami. (Yah/J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya