PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menganggarkan Rp2,5 triliun untuk pembangunan infrastruktur kereta cepat ringan atau light rail transit (LRT).
Jumlah tersebut akan dibagi dalam dua tahap, yakni Rp500 miliar untuk pembangunan tiang pancang yang akan dimulai pertengahan tahun ini melalui APBD Perubahan 2015.
Sementara itu, sisanya, Rp2 triliun, sudah dimasukkan ke Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk dianggarkan pada APBD tahun depan.
Dana Rp500 miliar akan digunakan untuk membangun tiang pancang bagi LRT di koridor 1 rute Kebayoran Lama-Kelapa Gading sepanjang 21,6 kilometer.
Selain koridor 1, koridor 7 rute Cempaka Putih-Ancol akan dibangun pemprov tahun depan. Menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dua koridor dari total rencana pengembangan LRT sebanyak tujuh koridor tersebut dipilih karena memiliki rute terpenting lantaran akan melayani para atlet serta kru dari berbagai negara yang akan mengikuti Asian Games pada 2018.
"BLU (Badan Layanan Umum) LRT kan sudah terbentuk, jadi kita tinggal tunggu dokumen lelangnya. Target kita sudah groundbreaking pertengahan tahun ini," kata Ahok di Balai Kota, kemarin.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budihartono mengatakan akan menginstruksikan Kepala BLU LRT untuk menyiapkan dokumen lelang LRT. Menurutnya, dana sebesar RP500 miliar bisa digunakan untuk pembangunan tiang pancang yang ditargetkan selesai pada Desember tahun ini. (Put/Ssr/J-1)