Warga Segera Tempati Rusun

MI/Akmal Fauzi
09/6/2015 00:00
Warga Segera Tempati Rusun
(MI/Akmal Fauzi)
DALAM waktu dekat warga Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, yang kerap terkena banjir luapan Sungai Ciliwung bakal menempati hunian baru. Mereka segera direlokasi ke Rumah Susun (Rusun) Jatinegara Barat setelah proses pengundian unit hunian selesai.

Sejak pengundian dimulai Sabtu (6/6) lalu hingga kemarin, jumlah warga yang mengambil nomor undian tercatat 419 keluarga dari total 475. Warga RW 1, 2, dan 3 Kelurahan Kampung Melayu yang meliputi 31 RT tersebut direlokasi karena terkena normalisasi sungai yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Pengundian dilakukan di salah satu ruangan rusun yang berada di Jalan Jatinegara Barat. Berdasarkan pengamatan, rusun yang terdiri dari dua tower setinggi masing-masing 16 lantai tersebut ramai didatangi warga Kampung Pulo sejak pagi.

"Pada sabtu (6/6) atau hari pertama pengundian, ada 71 keluarga yang mengambil nomor. Lalu hari ini nomor antrean kami ambil dari nol lagi, hingga siang ini (kemarin) sudah 348. Artinya sudah 400 lebih yang ambil undian," kata Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu.

Menurut rencana, kemarin merupakan hari terakhir pengundian. Namun, ujarnya, jika ada warga minta proses undian diperpanjang, hal itu akan dilakukan. Apalagi, ia menilai sebagian besar warga Kampung Pulo antusias pindah ke rusun dan hanya beberapa yang merasa keberatan.

Bambang mengatakan warga yang keberatan direlokasi minta ganti rugi dalam bentuk uang dan bukan rusun seperti yang disiapkan Pemprov DKI. Namun, karena mereka khawatir tidak mendapatkan ganti rugi uang ataupun rusun, akhirnya mereka mengikuti undian.

Menurutnya, syarat yang harus dipenuhi warga untuk mendapatkan rusun di antaranya warga harus menyerahkan fotokopi KTP, kartu keluarga, dan membuka rekening Bank DKI untuk proses pembayaran autodebit iuran rusun.

Iuran rusun yang dikenakan kepada warga sebesar Rp300 ribu per bulan atau dicicil Rp10.000 per hari. Iuran sebesar itu untuk pengelolaan lingkungan, sedangkan penggunaan listrik menjadi beban setiap penghuni unit. "Namun untuk tiga bulan pertama (iuran) gratis, selanjutnya baru dikenai biaya," kata dia.

Bongkar rumah
Setelah pengundian unit selesai, warga akan mendapatkan kunci rusun dan langsung diminta membongkar rumah masing-masing yang berada di bantaran sungai hingga batas waktu 28 Juni. Bila setelah batas waktu terlewati mereka tidak juga membongkar bangunan, ujar Bambang, Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Pemprov DKI yang akan membongkar.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Susun Wilayah III Jakarta Timur Sayid Ali membenarkan, setelah warga mendapatkan nomor undian rusun, dalam waktu dekat warga akan mendapatkan kunci dan bisa langsung pindah ke rusun. "Nomor undian sudah kami bagikan, jadi tinggal membagikan kunci. Menurut rencana, dalan waktu beberapa hari ke depan mereka sudah bisa ambil kunci dan bisa menempati rusun," kata dia.

Ia menjelaskan rusun yang mempunyai fasilitas lift dan dilengkapi fasilitas sosial (fasos) serta fasilitas umum (fasum) seperti musala dan ruang kesehatan kini siap dihuni. Dari 518 unit rusun tersebut, semuanya diperuntukkan warga Kampung Pulo.

"Menurut rencana, semua unit untuk warga Kampung Pulo. Kalau ada warga yang enggak mengambil, nanti unit (rusunnya) akan diberikan kepada warga lain, tentu warga relokasi juga," terangnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kampung Pulo yang mengikuti undian untuk pengambilan unit rusun, Jamilah, 57, mengaku pasrah harus pindah ke rusun. Meski merasa keberatan, ia tidak punya pilihan dan harus segera meninggalkan rumahnya di Sungai Ciliwung, tepatnya di RT 15 RW 03.

Semula dirinya berharap mendapatkan uang ganti rugi atas rumah lama miliknya yang dinilai lebih luas apabila dibandingkan dengan unit rusun yang berukuran 30 meter persegi dan terdiri dari dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi itu. Apalagi rumah yang kini harus dibongkar tersebut baru direnovasi dengan menggunakan uang pensiun suaminya. "Baru saja direnovasi, harus dibongkar dan enggak ada ganti rugi. Sekarang tetap bersyukur saja karena sudah mendapat rusun," ujarnya. (J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya