Jelang Ramadan PKL Kembali ke Jalan

MI
04/6/2015 00:00
Jelang Ramadan PKL Kembali ke Jalan
(Antara/Hafidz Mubarak)
MENJELANG Ramadan 1436 Hijriah, pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali turun berjualan di jalanan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menertiban PKL karena mengganggu arus lalu lintas dan pengguna jalan. "Jika mereka tetap membandel, dagangan akan disita," ujar Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI, kemarin.

Ahok, sapaan akrab Basuki, mengatakan telah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI untuk menertibkan PKL.

"Saya sudah minta dishubtrans untuk bereskan parkir liar. Terus yang dagang itu akan kita sita dagangannya. Untuk itu, kita sudah minta wali kota. Jadi kita tidak ada toleransi," kata Ahok.

Dia menegaskan, pihaknya tidak akan menyiapkan lokasi penampungan bagi PKL. Pasalnya, suplai dagangan PKL berasal dari pedagang yang memiliki kios di dalam. Untuk memberikan efek jera kepada pedagang, lanjut Ahok, barang yang disita tidak bisa ditebus. Selama ini, penertiban kurang efektif lantaran barang mereka ditebus dengan harga murah.

"Makanya saya bilang kalau mau perang gitu, harus tegas. Nanti jangan dikasih tebus. Jadi jangan kasih dia bisa tebus lagi, hancurin saja barang-barangnya," kata Ahok.

Perangi preman
Sementara itu, Polda Metro Jaya juga mengantisipasi peningkatan tindak kriminalitas yang biasanya terjadi menjelang bulan suci Ramadan.

"Menjelang dan saat Ramadan, tingkat tawuran, pencurian, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor cukup tinggi," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal.

Untuk mengantisipasi hal itu, Polda Metro Jaya akan mengadakan sejumlah kegiatan, termasuk peningkatan pengawasan dan razia preman. Tujuannya ialah menekankan pencegahan dini aksi kriminalitas.

"Kami lakukan peningkatan pengawasan di daerah rawan dengan mengoptimalkan fungsi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat)," katanya.

Menurut mantan Kapolres Jakarta Utara itu, Polda Metro Jaya sedang menggelar Operasi Patuh Jaya 2015 untuk menciptakan kedisiplinan pengguna jalan.

Setelah operasi itu berakhir pada 9 Juni 2015, polisi akan melanjutkannya dengan Operasi Cipta Kondisi. Dalam operasi itu, polisi akan melakukan razia preman, minuman keras, dan petasan. (Ssr/Gol/J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya