LIGHT rail transit (LRT) yang akan dibangun pada Agustus nanti juga akan menggunakan skema pendanaan dari penawaran saham baru terbatas (right issue) oleh PT Adhi Karya (persero) Tbk. Sebagai kontraktor yang ditunjuk langsung untuk membangun LRT, Adhi Karya berencana menawarkan sahamnya senilai Rp3 triliun.
Penegasan itu disampaikan Direktur Utama Adhi Karya Kiswo Dharmawan saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, kemarin. Right issue, ditargetkan selesai satu bulan ke depan. Perseroan juga akan menggunakan dana dari penanaman modal negara (PMN) dan melakukan pinjaman ke perbankan. \"Kira-kira pinjaman sekitar Rp7 triliun. Tidak obligasi, tapi rencana loan biasa. Bisa pakai Mandiri cs kan lebih murah,\" ujar Kiswo.
Setelah right issue dilakukan, skema pinjaman dari perbankan baru akan dilakukan perseroan. Kiswo mengakui pihaknya akan mempertimbangkan skema kerja sama dengan swasta. Khususnya untuk pembangunan jalur LRT Bekasi-Cawang-Cibubur senilai Rp10 triliun.
Terkait dengan masalah lahan, menurut Kiswo, ruang terbuka hijau (RTH) di Cibubur, Jakarta, yang akan mnejadi depo masih menjadi kendala.
\"Kalau buat deponya DKI tidak bersedia, ya cari yang lain. Masak mau mundur?\" kilahnya balik bertanya.
Jika DKI tetap tidak menyetujui RTH Cibubur digunakan, pembangunan depo bisa saja dialihkan ke tempat lain.
\"Alternatifnya, ke wilayah Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Depok sudah menawarkan,\" kata Kiswo.
Rapat terkait dengan LRT dijadwalkan akan kembali dilakukan Senin (8/6) depan dengan keputusan Pemprov DKI terkait dengan hal itu.
Senada, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan pihaknya memberikan waktu selama dua hari kepada Pemprov DKI untuk mengatasi hal itu. Jika permasalahan RTH sudah diselesaikan, peraturan presiden tentang penunjukan langsung kepada PT Adhi Karya sebagai kontraktor LRT bisa segera diserahkan kepada Presiden pekan depan. (Jes/J-3)