(Tersangka penipu jasa WO Wawai Bridal--MI/IMMANUEL ANTONIUS)
CALON pengantin yang dijadwalkan menikah Sabtu (30/5), Kum Geltu, 27, kembali mendatangi Kantor Polsek Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (24/5). Kali ini, ia datang untuk memastikan pelaku yang membuat acara pernikahannya berantakan itu sudah berada di tangan polisi.
Tiga hari sebelumnya, atau Kamis (21/5), ia memang telah mendatangi kantor polsek tersebut untuk melaporkan wedding organizer Wawai Bride yang membawa kabur uang acara pernihakannya. Setelah melihat pemilik Wawai Bride, Sri Wulan Sibarani, 43, dan Ali Mahmudin, 45, sedang diproses petugas, barulah hati Kum sedikit lega.
Kum ialah seorang dari 61 pasang calon pengantin yang mempercayakan pesta pernikahan mereka kepada Wawai Bride, tetapi nyatanya mereka tertipu. Uang pesta yang telah disetor dibawa kabur Wulan dan Ali. Keduanya baru menyerahkan diri ke Polsek Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (22/5), dan dibawa ke Kantor Polsek Cengkareng, Jakarta Barat, keesokan harinya.
Kum mengatakan, untuk menggelar resepsi pernikahan, ia bersama pasangannya, Happy, 25, mempercayakan segala urusan dari menyewa gedung, bridal, katering, dan mencetak undangan kepada Wawai Bride. Untuk itu, keduanya telah menyetorkan uang Rp55 juta atau sekitar 75% dari total biaya acara sebesar Rp75 juta.
Kum mengaku membayar biaya sebesar itu sebelum acara digelar karena tergiur iming-iming Wulan. Pelaku berjanji memberikan bonus menginap 3 hari 2 malam di salah satu hotel di Bali.
''Namanya juga pengantin, pasti ingin dapat juga yang gratisan. Kami ditawari kalau bisa membayar 75% dari biaya resepsi, kami dikasih bonus menginap 3 hari 2 malam di Bali,'' ujar Kum di Kantor Polsek Cengkareng, Jakarta Barat. Kum dan Happy semakin percaya lantaran nama Wawai Bride memilik reputasi baik di dunia maya.
Di antara kesibukan menjelang hari bahagia, Kum mengaku sempat ragu karena pencetak undangan mitra wawai Bride menyatakan kartu undangan Kim dan Happy tidak terdaftar dalam buku pesanan.
Saat hal itu ditanyakan kepada Wulan, dengan gaya meyakinkan perempuan itu menyatakan semua urusan rencana pesta sudah diatur, termasuk kartu undangan yang tinggal diambil.
Keraguannya terbukti karena ketika Kum berniat mengurus gaun pengantin di kantor Waiwai Bride di Mutiara Taman Palem Blok E 1 No 9, Cengkareng, Jakarta Barat, pada 17 Mei, Wulan tidak ditemukan dan kantornya terkunci rapat. ''Senin (18/5) siang, saya dapat kabar dari vendor jas bahwa mereka (Wulan dan suaminya) kabur,'' ujar Kum dengan nada kesal.
Uang pinjaman Di tengah keresahan dan malu karena pesta pernikahannya terancam gagal, Kum bersama calon istri beruntung mendapat pinjaman uang dari teman-temannya dengan waktu pengembalian tanpa batas. Ia pun bersyukur, karena tanpa bantuan teman-temannya, dipastikan pernikahan hanya bisa dilakukan dengan pemberkatan. ''Kami malu kalau hanya pemberkatan,'' ujarnya.
Calon pengantin lainnya yang menjadi korban Wawai Bride ialah Leonita, 27. Perempuan itu sudah membayar lunas Rp62 juta kepada Wawai Bride untuk resepsi pernikahan yang akan berlangsung di salah satu gedung di Salemba, Jakarta Pusat, Oktober mendatang.
Menurut pengakuannya, uang yang disetor kepada <>wedding organizer tersebut sebagian merupakan tabungan dan sebagian lagi pinjaman dari keluarga. Berdasarkan penelusurannya, Wulan baru membayar Rp5 juta kepada pengelola gedung, dari total sewa Rp20 juta.
Kum dan Leonita masih bisa melaksanakan pernikahan sesuai dengan jadwal, kendati dengan suasana berbeda. Tidak demikian dengan enam pasang pengantin lainnya, mereka terpaksa menjadwal ulang pernikahan lantaran jadwal yang ditetapkan semula telah terlewati, gara-gara Wulan kabur. Seluruh pasangan yang telah menyerahkan uang kepada Wulan, kini menuntut ganti rugi.(J-2)