Dewan Pengurus Pusat JJI Gelar Diskusi Kemaritiman

MI/Faw
21/5/2015 00:00
Dewan Pengurus Pusat  JJI Gelar Diskusi Kemaritiman
(Dok)
Dewan Pengurus Pusat  Jaringan Jurnalis Indonesia (DPP JJI) di tengah rapat koordinasinya, juga mengadakan diskusi kecil yang mengangkat kemaritiman di Waroeng Samosa Acha-Acha,  Condet, Jakarta Timur, Kamis (20/5). Diskusi yang menghadirkan pemateri praktisi kemaritiman dan sekaligus pelaut yang sudah melanglang buana ke pelosok  nusantara dan seantero dunia, Rodhial Huda,48, asal Natuna, Kepulauan Riau.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan laut. Tak ada negara yang memiliki kekayaan laut selengkap dan seindah Indonesia. Tapi sayang, besarnya sumber daya laut yang terhampar, masih sangat sedikit diberdayakan oleh masyarakat Indonesia. "Masyarakat Indonesia masih belum tertarik untuk terjun ke laut. Padahal di laut, banyak sumber daya ekonomis yang bisa dimanfaatkan," ungkap Rodhial, sapaan akrabnya.

Selain itu, besarnya potensi laut Indonesia, tidak diikuti oleh ketersediaan SDM maritim yang memadai, khususnya Sarjana Kemaritiman.  Menurutnya, memang benar pemerintah dan beberapa Perguruan Tinggi swasta telah membuka jurusan atau Program Studi Kemaritiman. Hanya saja, progrma yang dibuka masih terfokus ke Jurusan/Program Studi seperti perikanan, kelautan, neutika. Padahal tidaklah demikian, masih banyak ilmu yang harus dikembangkan dan jurusan atau program studi yang harus dibuka oleh Perguruan Tinggi.

"Sebagian besar Perguruan Tinggi di Indonesia hanya berfokus ke Program Studi Kelautan, Perikanan, dan Neutika. Padahal banyak jurusan yang harus dan mesti dibuka di Indonesia, seperti jurusan farmasi ilmu laut, hukum laut, teknik sipil basah, dan lain sebagainya," ungkapnya dengan penuh semangat.

Menurutnya, hingga saat ini, Indonesia masih belum memiliki Politeknik Kemaritiman. Padahal Politeknik Kemaritiman, akan menjadi mercusuar penyediaan SDM maritim yang sangat potensial untuk dikembangkan ke depan. "Maka dari itu, saya bersama teman-teman di Natuna mencoba mengajukan ijin pembukaan Politeknik Kemaritiman. Tetapi, hingga saat ini sudah hampir 15 tahun ijin yang diajukan ke Dikti belum juga mendapatkan respon," ungkapnya seolah menyayangkan, namun dirinya masih berharap besar agar ijin yang diajukan ke Dikti segera keluar.

Hal senada diungkapkan Yaya Suryadarma, Ketua Umum Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI). Menurutnya, jika mau jujur, sebenarnya Indonesia tidak boleh menyalahkan nelayan-nelayan negara tetangga yang mencuri ikan di perairan nusantara. Pantas saja mereka mau mencuri ikan di parairan kita,karena kitanya sendiri tidak mau peduli terhadap laut yang terhampar luas ini. Padahal di lautlah sumber ekonomi yang sangat besar. "Jurnalis harus terus mengedukasi masyarakat Indonesia, dengan cara memberikan pemberitaan tentang besarnya potensi laut Indonesia kepada masyarakat. Agar masayarakat Indonesia mau kembali ke laut," ungkapnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya