DUGAAN beras sintetis berbahan plastik yang ditemukan di Pasar Tanah Merah, Perumahan Mutiara Gading Timur, Mustika Jaya, Kota Bekasi, akhirnya terungkap. Beras tersebut terbukti mengandung zat kimia pembuat bahan baku industri seperti pipa plastik. Dari hasil uji labotarium yang dilakukan Sucofindo, diketahui sampel beras yang diambil dari warung bubur Dewi dan Toko S mengandung bahan polyvinyl chloride (PVC) yang merupakan bahan dasar produk pipa, insulator kabel listrik, dan bahan bangunan plastik lainnya.
Bukan hanya PVC, tim ahli Sucofindo juga menemukan senyawa yang mengandung benzyl butyl phtalate (BBP), 2-ethylhexyl phtalate (DHEP), dan diisononyl phtalate (DINP). Ketiga unsur itu biasa ditambahkan dalam pembuatan bahan baku plastik sebagai pelembut atau pelentur. "Beras yang diuji positif mengandung zat pembuat dan pelembut bahan baku pembuatan plastik. Ketiga bahan tersebut digunakan agar beras mirip seperti aslinya," ungkap Kepala Bagian Pengujian Laboratorium PT Sucofindo (persero) Adisam ZM di Jakarta, kemarin. Diakuinya, secara fisik memang sulit membedakan beras asli dan sintetis.
Namun, konsumen bisa mendeteksi bulir beras sintetis cenderung lebih panjang dan pipih, juga tidak ada unsur karbohidrat putih susu di bagian tengah beras. Bulir beras sintetis akan sulit dihancurkan, sedangkan beras organik mudah dihancurkan. Meski hasil uji laboratorium Sucofindo itu sudah dibuka atas permintaan Wali Kota Bekasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Polres Kota Bekasi tetap masih menunggu hasil pengujian dari laboratorium Badan POM dan Mabes Polri.
"Memang yang dari hasil uji lab Sucofindo sudah keluar, tetapi kita masih menunggu hasil uji dari Bareskrim dan Badan POM," kata Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kemendag Widodo di Jakarta, kemarin. Ia mengaku tidak tahu apakah sampel beras yang diuji Sucofindo serupa dengan sampel beras yang dianalisis di laboratorium Badan POM dan Mabes Polri. Pandangan yang sama juga disampaikan Kapolres Kota Bekasi Rudi Setiawan. "Kita tidak mau berasumsi. Kami masih menunggu dengan sabar hasil uji dua laboratorium itu," ujar Rudi yang ditemui terpisah.
Razia beras Seiring temuan awal dari Sucofindo itu, Kemendag telah memberikan surat edaran ke seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk melakukan pengawasan terhadap beras sintetis. "Akan tetapi, pengawasan juga dilakukan secara bijak supaya tidak meresahkan pelaku usaha dan juga konsumen," ujar Dirjen SPK Kemendag. Di sisi lain, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menduga ada jalur distribusi beras plastik berjalan secara terselubung.
"Akan kita awasi agar tidak lagi ditemukan," ujarnya. Bukan hanya di Bekasi, razia beras plastik juga dilakukan di sejumlah daerah lain, seperti Bangka Belitung, Klaten, Jateng; Surabaya, Jatim; hingga Bali; dan NTT. Namun, belum ditemukan beras plastik. Justru di Bekasi kembali ditemukan beras yang diduga terbuat dari plastik, seperti dilaporkan Agatha Fransisca, warga Kelurahan Rawa Pasung, Bekasi Barat. Kemarin, ia mendatangi Kantor Disperindagkop Kota Bekasi membawa beras plastik.