Berlibur dan Berbelanja Baju Lebaran di Tanah Abang
Denny Aryanto
18/5/2015 00:00
(MI/Ramdani)
WAJAH Fitri, 31, sudah berpeluh, kakinya pegal, begitu juga tangannya yang menenteng belanjaan di kantong plastik hitam. Tangan lainnya menggandeng putrinya yang masih berusia empat tahun.
Namun, antrean di tangga menuju pintu masuk Stasiun Tanah Abang tidak juga bergerak. Padahal, tinggal beberapa langkah lagi ia sampai ke loket tempat membeli karcis kereta harian berjaminan.
''Ini kenapa ditutup Pak, gerbangnya. Penumpang yang mau masuk sudah penuh,'' keluhnya.
Setelah 10 menit berdiri, barulah petugas membuka kembali gerbang masuk. Calon penumpang pun berlarian menuju loket penjualan tiket. Berharap tidak perlu mengantre panjang lagi.
Sembilan loket yang dibuka tidak cukup melayani calon penumpang dengan cepat. Para petugas terlihat kewalahan melayani serbuan calon penumpang. Mereka yang menumpang kereta kembali dipaksa mengantre saat menunggu kereta datang, karena terkadang kereta datang tak tepat waktu. Di kereta pun belum tentu bisa beristirahat, tak sebandingnya kursi dengan jumlah penumpang membuat mereka harus berdiri berdesakan selama perjalanan.
Fitri mengaku sengaja mengajak putrinya berbelanja ke Pasar Tanah Abang untuk mengisi hari libur panjang, akhir pekan lalu. Selain membeli tas untuk anaknya yang akan masuk sekolah, Fitri juga membeli beberapa potong baju untuk merayakan Lebaran pada pertengahan Juli mendatang.
''Ini pakaian buat saya, suami sama anak. Nyicil beli pakaian untuk Lebaran,'' tutur warga Jalan Joe, Jagakarsa, Jakarta Selatan itu.
Membeli pakaian Lebaran lebih awal dilakukan Fitri karena harga saat ini belum melonjak. ''Malas juga kalau belanja sudah dekat Lebaran. Pasti lebih padat pasarnya.''
Hal yang sama dilakukan Dewi, 40, warga Parung, Bogor. Bersama beberapa tetangga di sekitar rumahnya, ia sengaja memanfaatkan hari libur panjang untuk berbelanja ke Tanah Abang. Memburu beberapa stel pakaian yang akan digunakan pada hari raya. ''Kebetulan diajak teman ke sini. Sekalian belanja agak banyak biar bisa buat Lebaran,'' tuturnya.
Kepala Stasiun Tanah Abang Jajat menjelaskan lonjakan jumlah penumpang di Stasiun Tanah Abang selama empat hari belakangan mencapai 100 ribu penumpang setiap harinya. Jumlah tersebut meningkat dibanding hari biasa yang mencapai 70 ribu orang.
''Kepadatan penumpang sebenarnya terjadi karena adanya libur panjang. Ditambah lagi adanya aktivitas belanja di Pasar Tanah Abang yang tinggi,'' jelasnya.
Sejak Kamis (14/5) petugas harus melakukan buka-tutup pintu stasiun, baik di utara maupun di selatan stasiun. Tujuannya agar tidak terjadi tumpukan calon penumpang.
''Sekali tutup bisa 5-10 menit. Kondisinya lihat penumpukan di depan loket. Kalau memang sudah berangsur berkurang, pintu baru kita buka,'' tukasnya.(J-4)