Melemahnya Ekonomi, Kabinet Kerja Segera Direshuffle

MI/faw
12/5/2015 00:00
Melemahnya Ekonomi, Kabinet Kerja Segera Direshuffle
(ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Melihat melambatnya pertumbuhan ekonomi di triwulan I tahun 2015 yang diakibatkan daya beli masyaraka melemah,   angin dukungan kepada pemerintahan Jokowi-JK untuk segera melakukan reshuffle di tubuh kabinetnya semakin kencang berhembus. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pun  mendesak Presiden Joko Widodo segera merombak (reshuffle) jajaran menteri di Kabinet Kerja.  Presiden Jokowi sempat mengatakan akan mengevaluasi kinerja para menteri.

Ketua Umum Gerakan Redinusa (Relawan Demokrasi Nusantara), Chandra Andi Salam (41), mendukung adanya reshuffle kabinet pemerintahan Jokowi. "Saya sangat mendukung Presiden Jokowi melakukan reshuffle untuk memperbaiki kinerja pemerintahannya," tukas Chandra yang juga sebagai Ketua Demokrat Indonesia. Chandra juga pernah namanya  masuk nominasi menjadi menteri di awal-awal Jokowi-Jusuf Kalla memenangkan Pilpres 2014. Kini, setelah tujuh bulan berjalan para menteri kabinet kerja tampak kurang bersinergi sehingga banyak program pemerintah yang dinilai tidak berjalan.

Terbukti dalam survey sebuah lembaga, 56 persen masyarakat menilai perlu dilakukan reshuffle kabinet, 37% masyarakat menyatakan tidak perlu reshuffle, dan 7% menyatakan tidak tahu atau tidak jawab. Karena itu, Chandra Andi Salam ketika disinggung wartawan bila namanya muncul dan didorong menjadi salah satu menteri hasil reshuffle, ia hanya berucap sekuat tenaga akan membantu pemerintahan Jokowi dan siap kerja keras. "Dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim, saya akan laksanakan amanah ini sungguh-sungguh untuk bantu kinerja pemerintahan Jokowi. Dan atas dukungan dari istri  Hj. Andika Puspita Sari, keluarga besar dan teman-teman,  insya Allah saya siap kalau dipercaya presiden Jokowi," ucapnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya