KEPOLISIAN akan memanggil saksi dan pelanggan dalam kasus prostitusi kelas atas dengan muncikari RA.
Menurut data dari RA, terungkap sejumlah kalangan termasuk anggota DPR sebagai pelanggannya.
"Yang jadi fokus kami itu perkara muncikarinya, bukan PSK-nya. Saksi akan kami pangggil Kamis dan Jumat (14-15/5) ini," ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Wahyu Hadinigrat seusai menerima bantuan alat dari Bareskrim Mabes Polri, di Polres Jakarta Selatan, kemarin.
Menurutnya, saksi dibutuhkan untuk mendukung pernyataan RA sekaligus mendapatkan gambaran mengenai prostitusi kelas atas ini.
RA, kepada wartawan, mengatakan ia menggeluti profesinya secara autodidak.
RA ialah pekerja make-up artist yang dibayar Rp700 ribu-Rp1 juta per make-up.
Dari pekerjaannya itu, dia mendapatkan info siapa saja artis yang bisa ditawarkan kepada pelanggan pria.
Dari jasanya tersebut, dia mendapat 20%.
"Kliennya berbagai macam kalangan, termasuk anggota DPR," ungkapnya.
Dari 200 nama perempuan yang ditawarkannya, sebagian besar artis dan model meminta RA dicarikan pelanggan.
Tarif tertinggi dilihat berdasarkan bentuk fisik seperti wajah, bentuk tubuh, dan warna kulit.
"Kalau yang paling tinggi itu dilihat dari seksi tidak tubuhnya, tapi yang paling utama ialah mukanya cantik atau enggak," jelasnya.