RA, AA, dan Polisi Bergaya Perlente

Nel/X-7
12/5/2015 00:00
RA, AA, dan Polisi Bergaya Perlente
Kasat Reskrim AKBP Audi Latuheru (tengah) menunjukkan barang bukti HP selular praktek prostitusi kelas atas di Polres Jakarta Selatan.(ANTARA/Reno Esnir)

TERUNGKAPNYA jaringan prostitusi kelas atas yang belakangan ini marak diberitakan media massa tidak terlepas dari operasi penyamaran anggota Reskrim Polres Jakarta Selatan.

Melalui penyamaran rapi, polisi akhirnya menjerat muncikari RA, 32, dan menangkap basah model, DJ, dan artis sinetron AA yang merangkap profesi sebagai perempuan panggilan bertarif Rp80 juta hingga Rp200 juta.

Penyamaran polisi dilakukan total sehingga mampu mengelabui muncikari yang sesungguhnya bersikap sangat hati-hati menyeleksi calon klien.

Mulai kemeja, celana, sepatu, hingga jam tangan bermerek yang dikenakan polisi saat pertemuan pertama dengan RA di sebuah hotel untuk makan sekaligus tawar-menawar dipoles habis. Itu termasuk dua ponsel jenis Iphone 6 dan Blackberry Passport dibawa khusus untuk meyakinkan RA bahwa calon pelanggannya itu betul-betul kalangan berduit.

"RA ini sangat hati-hati. Ia harus memastikan klien punya uang banyak dan bukan polisi," ujar Kasat Reskrim AKB Audie Latuheru, kemarin.

Audie mengungkapkan pertemuan pertama 'calon pelanggan' dengan RA berlangsung Kamis (7/5) di hotel mewah kawasan Jakarta Selatan. Saat itu, 'calon klien' memamerkan kepada RA tas mahal, dompet branded berisi uang pecahan Rp100 ribu bertumpuk, jejeran kartu kredit, dan ATM berbagai bank. "Itu agar penyamaran terlihat sempurna.

"Setelah 'calon klien' bertemu dan mentraktir makanan dan minuman mahal serta membayar uang panjar 30% dari tarif AA, RA pun terkelabui.

Pada hari kedua, RA mengajak 'calon klien' bertemu AA. Menurut Audie, pada saat itu AA sudah berada di dalam kamar. Namun, untuk masuk kamar tersebut, harus dilunasi dahulu sisa uang panjar sebesar Rp56 juta.

Setelah pembayaran dilunasi, barulah RA memberikan kunci kamar kepada pelanggan gadungan itu. Saat 'calon klien' masuk kamar, AA sudah menunggu. Di luar kamar, polisi lain bersiap menyergap. Sebelum itu, pelanggan gadungan berpura-pura mengambil barang yang tertinggal di dalam mobil. Padahal, ia turun untuk berkoordinasi dengan polisi lain.

"Saat anggota kami bilang ingin mengambil barang di mobil, AA masuk ke kamar mandi bersiap-siap. Tak lama, polwan yang juga menyamar masuk menyergap. Saat penyergapan, kondisi AA sudah siap melayani pelanggan," beber Audie. Setelah itu, RA yang baru saja keluar dari toilet pun ditangkap. Keduanya digelandang ke Polres Jakarta Selatan pada Jumat (8/5) malam.

"Di luar penyamaran, tentu ada cara lain, tapi detailnya seperti apa, itu sudah masuk cara kerja kami dan itu tidak bisa kami beri tahukan," papar Audie.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya