Lebih Aman Belajar di Gedung Lama

Deni Aryanto/J-3
09/5/2015 00:00
Lebih Aman Belajar di Gedung Lama
(MI/DENY ARYANTO)
GEDUNG baru seharusnya membawa kebahagiaan.

Namun, tidak demikian bagi guru dan murid SDN Rawa Buntu 3, Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Penantian selesainya gedung baru selama dua tahun lebih justru berbuah kekecewaan.

Kendati sudah selesai pada 2014, gedung tersebut mengkawatirkan untuk proses belajar-mengajar.

Pemerintah Kota Tangerang sudah mempersolek sebagian lokal kelas di gedung baru, para murid dan guru tetap memilih gedung lama yang masih berdiri di sampingnya.

Mereka menilai gedung lawas yang sudah berdiri puluhan tahun lalu dan tampak usang itu lebih aman dan nyaman untuk digunakan.

Sudah lebih dari setengah tahun,gedung baru tiga lantai SDN Rawa Buntu 3 dibiarkan kosong tanpa aktivitas.

Tiap teras kelas dan tangga gedung diselimuti debu yang menebal dan sampah plastik berserakan.

Kotoran hewan berceceran di mana-mana.

Kekhawatiran guru dan murid di sana memang cukup beralasan.

Saat menelusuri ke tiap sudut bagian gedung sekolah, dari pandangan mata terihat beberapa plafon sudah jebol.

Rangka besi terlihat telanjang dari bawah.

Pada sudut kanan atas gedung, atap bangunan bergeser melipat keatas terhempas tiupan angin.

Jendela di bawahnya, terpasang tanpa kaca.

Pemasangan kusen kaca pun tidak seragam.

Ada yang tanpa dilengkapi karet pengerat antara kaca dan kusen dari alumunium, sebagian karet sudah copot sebagian, bahkan ada jendela dipaksakan terpasang kaca secara tidak utuh.

Ancaman lain, datang dari instalasi listrik yang masih menggelayut di tembok tanpa penutup.

Di salah satu sudut, retakan tembok sudah mulai terlihat.

Tak mau pikir pusing, pelaksana proyek mengakali pula kusen salah satu ruang kelas dengan mengganjalnya menggunakan tripleks ukuran tebal.

Tujuannya, menahan antara kusen dan tembok akibat jarak keduanya yang cukup renggang.

Dari luar, kondisi di dalam ruang kelas cukup jelas terintip akibat tidak rapatnya sisi tersebut.

Padahal, para murid sudah sangat mengidamkan baru gedung sekolah tersebut.

Jasmine, siswi kelas IV SDN Rawa Buntu 3, sedikit mengutarakan mimpinya.

Ia sangat berharap pelaksana kebijakan di kota yang memiliki moto cerdas, modern, dan religius itu secepatnya memenuhi haknya sebagai salah satu peserta didik.

Rudy Dharmawan, guru kelas IV mengatakan pihak sekolah sudah lama mengeluhkan dan melaporkan kondisi demikian kepada pihak terkait.

Masalah itu, diakui Sekretaris Dinas Tata Kota dan Bangunan Kota Tangsel, Mukkodas Syuhada, pada pelaksanaannya memang memiliki kendala.

Lantaran waktu pengerjaan mepet, proyek senilai lebih Rp9 miliar ini baru selesai 95%.

Terkait adanya beberapa bagian gedung yang rusak, Mukkodas berdalih hal itu dipicu sisa pekerjaan yang sampai saat ini belum juga diselesaikan.

"Struktur bangunan tidak ada masalah. Kita juga sudah memanggil pihak kontraktor untuk melakukan tahap perbaikan," tutupnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya