KCJ Dituntut Tingkatkan Kepercayaan Penumpang

MI
08/5/2015 00:00
KCJ Dituntut Tingkatkan Kepercayaan Penumpang
(MI/Grafis Ebet)
COMMUTER line diharapkan mampu menjawab krisis moda transportasi massal yang dialami Ibu Kota. Saat ini, data dari PT Kereta Commuter Jakarta (KCJ), jumlah pengguna KRL di Jakarta per hari sudah mencapai 650 ribu-750 ribu orang. Adapun, target KCJ memiliki target penumpang 1,2 juta orang per hari pada 2019.

Peneliti sosial Universitas Indonesia Himawan Pratama mengungkapkan tingkat kepercayaan pengguna jasa merupakan salah satu modal utama yang harus ditingkatkan PT KCJ.

''Modal sosial, ini yang paling penting. Supaya warga yang menggunakan kereta tidak beralih ke moda transportasi lain,'' kata Himawan kepada Media Indonesia, di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (29/4).

Hal tersebut didasari hasil studi dari Tokyo, Jepang. Saat ini, operator kereta di Tokyo mampu meraih 6,4 juta pengguna jasa. ''Bedanya hampir 10 kali lipat dari Jakarta,'' ujarnya.

Tingginya minat pengguna jasa operator kereta di Tokyo disebabkan modal kepercayaan masyarakat pengguna jasa kereta sudah terbangun dengan baik.

''Masyarakat percaya operator kereta sudah memberikan pelayanan yang terbaik. Jadi ketika ada masalah, masyarakat Jepang tidak serta merta menyalahkan operator kereta. Karena mereka yakin, operator sudah memberikan yang terbaik,'' ungkap dia.

Himawan menjelaskan, untuk meningkatkan pengguna jasa operator kereta, KCJ perlu menjalin komunikasi yang baik, meningkatkan fasilitas, dan menambah armada serta memperluas jalur dan rute kereta.

''Setelah perombakan besar-besaran oleh KCJ, kenyamanan drastis membaik. Efisiensi waktu juga semakin baik. Pengalaman saya, dari Depok ke Sudirman bisa dua jam naik kendaraan umum atau pribadi. Kalau lewat KRL bisa 30 menit,'' papar dia.

Manajer Komunikasi PT KCJ Eva Chairunisa mengatakan KCJ terus meningkatkan daya angkut penumpang dan mengakomodasi kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik.

Pada Senin (4/5), PT KCJ resmi menambahkan tiga perjalanan di lintas Bekasi. Sebelumnya, pada awal April kemarin juga telah menambah perjalanan KRL dari 757 menjadi 877 perjalanan per hari.

''Pada awal April 2015, dengan menyesuaikan grafika perjalanan kereta api tahun 2015, ada perubahan jadwal diikuti dengan penambahan jadwal perjalanan menjadi 877. Jadi total perjalanan KRL Commuter Line saat ini menjadi 880 perjalanan per hari,'' katanya.

Penambahan itu, lanjut Eva, akan terus bertambah mengingat daya angkut penumpang yang juga bertambah. Dikatakan Eva, Saat ini rata-rata penumpang sudah mencapai angka 790 ribu per hari

Ihwal masalah keterlambatan yang kerap terjadi pada perjalanan KRL, menurut Eva hal itu disebabkan faktor armada yang masih kurang. Namun, pihak PT KCJ akan terus menambah armada sebagai langkah untuk menghindari keterlambatan jadwal ataupun menumpuknya penumpang.

''Penambahan jadwal juga harus diikuti jumlah sarana. Setiap tahun kita konsisten menambah sarana kita. Tahun ini kita beli 120 unit. Itu akan datang secara bertahap di bulan Juni dan diharapkan pada September itu sudah tiba keretanya. Itu akan langsung dioperasikan untuk menambah jadwal perjalanan, korelasinya kan seperti itu,'' terangnya

Pihaknya juga akan terus memperbaiki fasilitas lainnya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada penumpang.

''Lalu fasilitas untuk penumpang, misalnya informasi, sekarang kita adakan petugas pelayanan KRL (PPK). Itu tugasnya untuk memberikan informasi, keamanan tata tertib informasi stasiun di dalam KRL, serta juga peningkatan fasilitas di dalam stasiun itu sendiri.'' (Yah/Mal/J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya