Kabareskrim Minta Izin Ahok Periksa PNS

Put/Gol/Ssr/J-3
05/5/2015 00:00
Kabareskrim Minta Izin Ahok Periksa PNS
(ANTARA/M Agung Rajasa)
KEPALA Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komjen Budi Waseso akan memeriksa sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya yang terindikasi terlibat dalam kasus pengadaan uninterruptible power supply (UPS).

Kemarin siang, Komjen Budi Waseso menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI untuk meminta izin perihal tersebut.

Budi Waseso yang tiba seorang diri di Balai Kota disambut Basuki.

Keduanya melakukan pertemuan tertutup sekitar 30 menit.

Ahok, sapaan akrab Basuki Tjahaja Purnama, dan Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, keluar bersama-sama.

Ahok mengantar Kabareskrim Mabes Polri itu ke mobilnya yang berwarna hitam nomor polisi B 1138 PD.

Namun, sebelumnya, Buwas lebih dulu memberikan keterangan pers didampingi Ahok.

Kedatangan Buwas ke Balai Kota DKI tidak tercantum dalam agenda resmi Ahok.

"Saya menghadap Pak Gubernur untuk tindak lanjut masalah UPS karena saya harus mintai keterangan dari staf-stafnya. Jadi saya harus minta izin dulu sama Pak Gubernur untuk percepatan kasus ini," ujar Buwas di Balai Kota, kemarin.

Pemeriksaan terhadap beberapa PNS tersebut akan dilakukan di Kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Hal itu, menurut Buwas, dilakukan supaya tidak mengganggu pekerjaan para PNS yang akan diperiksa.

Pemeriksaan akan difokuskan kepada kasus pengadaan UPS pada 2014.

Kendati demikian, Buwas tidak menampik jika nantinya akan ada penyelidikan mengenai kasus pengadaan serupa di tahun-tahun sebelumnya.

Untuk melakukan hal tersebut, Buwas juga tidak membantah jika nantinya harus memanggil Presiden Joko Widodo yang menjabat Gubernur DKI periode 2012-2014.

Namun, menurutnya, proses tersebut masih jauh karena ia masih fokus ke pengadaan pada 2014.

"Bisa saja (memanggil presiden), tapi kita masih fokus dulu dengan yang 2014 ini. Kalau nanti melakukan penyelidikan 2012 dan 2013 bisa saja," ujar Buwas.

Basuki mendukung pemeriksaan tersebut.

Ia pun tidak akan mangkir bila turut diundang sebagai saksi kasus.

Selain itu, dia juga mendukung Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung) yang telah dipanggil Bareskrim sebagai saksi kasus UPS pekan lalu.

Ia yakin Lulung akan membeberkan kebenaran mengenai kasus tersebut.

"Itu yang saya bilang, Pak Haji Lulung pasti senang ini bisa terungkap. Ini kan uang besar, melebihi kasus Hambalang atau Bank Century. Kita dukung saja, kita beruntung ada Bareskrim yang mau peduli pada kasus ini," ujar Ahok.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya