PEMERINTAH Provinsi DKI menerapkan rekayasa lalu lintas seperti Car Free Day (CFD) pada 1 Mei mendatang yang diperingati sebagai Hari Buruh Nasional.
Rekayasa lalu lintas model ini diterapkan agar situasi jalan-jalan menjadi lebih tertib dan aman saat para buruh melakukan demonstrasi dan aksi damai.
Sebab, diperkirakan demo buruh akan terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Buruh Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi akan berdemo di Jakarta.
"Kita pikir supaya lebih tertib dan aman menanganinya," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota, kemarin.
Ahok menyatakan kondisi rekayasa lalu lintas CFD pada 1 Mei nanti diperkirakan lebih panjang masa penerapannya dibandingkan CFD yang diselenggarakan pada akhir pekan di Ibu Kota.
Ahok pun menyatakan, dengan adanya sistem CFD, ia pun meminta para buruh tidak menggunakan kendaraan untuk berkonvoi, tetapi berjalan kaki saat berdemonstrasi.
"Persisnya situasi (CFD) mungkin sampai siang. Kita tidak ingin konvoi kendaraan seenaknya. Dengan sistem CFD, tidak ada konvoi, harus jalan kaki," tuturnya.
Dari Bekasi, sekitar 50 ribu buruh akan bertolak ke Jakarta. Mereka akan bergerak ke pusat-pusat kantor pemerintahan untuk menyampaikan beberapa tuntutan.
Sebagai titik awal, mereka akan berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia, lanjut ke Istana Negara, dan berkumpul di Kawasan Senayan.
Pengurus Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) cabang Bekasi Budi mengatakan sebanyak 1.000 bus akan bergerak sekitar pukul 06.30 dari Bekasi menuju Jakarta. Dikawal polisi Kapolres Kabupaten Bekasi AKB Rickynaldo Chairul menyampaikan pihaknya akan menurunkan lima satuan setingkat kompi (SSK) dengan 2.198 bantuan personel polisi. Mereka akan ditempatkan di 67 titik pengamanan pada 14 wilayah kawasan industri yang berada di sembilan kecamatan.
"Sudah kami siapkan semua, personel akan ditempatkan di 67 titik rawan," ungkapnya.
Kasat Lantas Polres Kabupaten Bekasi Komisaris Andi Baso Rahman manyampaikan pihaknya akan melakukan buka tutup arus lalu lintas secara fluktuatif. Penjagaan akan dititikberatkan pada pintu-pintu tol.
Secara keseluruhan, polda Metro Jaya mengerahkan 14.404 personel gabungan dari Polri, TNI, dan pemerintah daerah untuk mengawal dan menjaga aksi buruh.
Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono menegaskan seluruh personel dituntut untuk selalu siap menghadapi setiap masalah yang menjadi dinamika di Ibu Kota, termasuk aksi May Day. (Put/Gan/Gol/J-1)