KEGIATAN hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin Jakarta terasa menyenangkan jika tidak didomplengi dengan kegiatan atau pesan politik.
"Senanglah sudah tidak bikin macet karena biasanya kan pakai badan jalan, jadi minimal tidak ganggu warga yang mau olahraga," kata Sudriman, anggota komunitas Ontel Batavia, saat ditemui di Bundaran Hotel Indonesia, kemarin.
Selain Sudirman, pengakuan datang dari Puput, warga Rawamangun, Jakarta Timur.
Menurut mahasiswi di perguruan tinggi swasta itu, CFD seharusnya memang tidak boleh diisi kegiatan-kegiatan berbau politik.
"Kalau kampanye kegiatan sih bolehlah, untuk mendidik masyarakat juga kan supaya peduli. Namun, kalau politik masyarakat pusing, apalagi kalau sudah saling serang," kata Puput.
Di Bundaran HI, yang menjadi titik kumpul warga paling banyak, anggota Satpol PP tampak bersiaga.
Kepala Satpol PP Kelurahan Menteng Faisal mengaku masih menemukan kegiatan komersial yang seharusnya tidak boleh dilakukan saat CFD.
"Masih ada iklan tuh. Harusnya enggak boleh, tapi polisi kasih izin sih itu masalahnya," sambil menunjuk aksi orang-orangan yang memegang poster iklan film Toba Dreams yang baru dirilis.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat meminta waktu CFD di Jakarta Timur, yang diselenggarakan satu bulan sekali, lebih diintensifkan.
"Saya minta untuk diadakan dua minggu sekali. Ini untuk menyiasati kekurangan ruang terbuka hijau, sarana bermain, dan olahraga," kata Djarot.