Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BIANTORO Setijo dari Yayasan Qahal Family, selaku pihak yang bertanggungjawab dalam pembagian nasi bungkus bertuliskan 'nasi anjing' yang membuat heboh warga Warakas, Jakarta Utara dua hari terakhir akhirnya meminta maaf. Dia mengaku tidak memiliki maksud menghina dan merendahkan siapa pun selain ingin membantu.
Pernyataan permohonan maaf Biantoro disampaikan melalui surat kesepakatan bersama antara dia dengan Ayim dan Suarno selaku perwakilan warga Warakas yang menerima nasi anjing tersebut.
Dalam surat kesepakatan yang dibuat pada 26 April 2020 tersebut juga disampaikan bahwa kedua belah pihak sepakat tidak melakukan tuntutan lain baik pidana maupun perdata serta masalah dianggap selesai.
Baca juga: Heboh Nasi Anjing, Ini Penjelasan Pembaginya
Terpisah, dalam klarifikasinya, Biantoro Setijo selaku pihak yang mengaku bertanggung jawab dalam pembagian bantuan makanan itu menjelaskan alasannya menggunakan nama 'Nasi Anjing'.
Dia menyebut, hal itu dilakukan lantaran anjing merupakan hewan yang setia dan porsi yang diberikan lebih banyak dibandingkan nasi kucing yang selama ini sudah banyak dikenal masyarakat.
"Kenapa nasi anjing ya karena anjing adalah binatang yang setia, artinya kita harus setia sama Allah yang di atas, setia sama pemerintah, sama pancasila dan UUD 1945. Kenapa nasi anjing juga ya karena porsinya lebih banyak dari nasi kucing. Nah nasi ini bukan untuk mengenyangkan tetapi untuk bertahan karena saatnya sekarang Jakarta perlu tahan banting," ujarnya dalam potongan video yang dibagikan akun twitter @IwanSumule.
Dijelaskan Biantoro, makanan yang disebut nasi anjing tersebut adalah makanan halal.
"Ini halal, isinya ya nasi, bakso sapi sama teri," jelasnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved