Sudah 44 PDP dan Positif Covid-19 di Depok Meninggal

Kisar Rajagukguk
12/4/2020 16:40
Sudah 44 PDP dan Positif Covid-19 di Depok Meninggal
Pasien dalam pengawasan (PDP) korona di Kota Depok yang meninggal meningkat.(dok.MI)

JUMLAH pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif virus korona atau Covid-19 yang meninggal di Kota Depok, Jawa Barat alami peningkatan.

Jubu bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pasien Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan jumlah pasien yang meninggal hingga saat ini sudah 44 orang.

Jumlah korban meninggal tersebut terbagi dalam dua kasus. Kasus positif korona berjumlah 10 orang dan PDP korona berjumlah 34 orang.  Pasien yang dinyatakan positif civid-19 sebanyak 102 orang. jumlah tersebut mengalami kenaikan sebanyak 19 orang, dibandingkan Jumat (10/4).

Selain itu, jumlah PDP berjumlah 556 setelah 128 dinyatakan negatif Covid-19. Ada pula pasien berstatus orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 2077 orang. jumlah ini berkurang 257 orang dibandingkan Jumat lalu. Pasien orang tanpa gejala (OTG) berjumlah 664 orang. jumlah ini berkurang 8 orang.

" Untuk saat ini pasien positif covid-19 dirawat total di rumah sakit di Jakarta dan 24 rumah sakit  pemerintah dan swasta di Kota Depok, " kata Dadang, Minggu (12/4).

Dadang menyampaikan pihaknya segera memberlakukan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Depok. "Pekan ini berlakukannya," katanya.

Permohonan PSBB diajukan oleh Pemerintah Kota Depok ke Kementerian Kesehatan RI 8 April 2020. Permohonan PSBB diajukan melalui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dengan PSBB, pergerakan manusia semakin dibatasi.Aparat berjaga diberbagai titik. Kenderaan umum hanya boleh diisi setengahnya. Sedangkan pengendara sepeda motor tidak boleh berboncengan kecuali untuk tujuan tertentu.

"Kami juga memohon kesadaran masyarakat dan kita semua untuk tetap tinggal dirumah, dan kalaupun harus terpaksa keluar rumah harus menggunakan masker serta selalu menjaga jarak fisik," imbuh Dadang. (OL-13)

Baca Juga: Warga NIlai Pemkot Pematangsiantar Tangani Covid-19 Amatiran



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya