Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI membongkar praktik prostitusi daring di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Mereka menjajakan anak-anak berusia 14 hingga 20 tahun dengan tarif Rp800 ribu-Rp3 juta. Satu tersangka dan enam anak perempuan dibawa ke Polda Metro Jaya.
Lokasi prostitusi diketahui dari penelusuran situs bernama semprot.com. Di situ pelanggan harus mendaftarkan diri agar bisa melihat daftar perempuan yang ingin dipilih melalui tersangka. Setelah pelanggan lolos verifikasi, kata sandi diberikan untuk mengakses daftar perempuan di situs tersebut.
"Ada dua lokasi. Di Tower Jasmine lantai 5 sebagai tempat penampungan.
Kegiatan prostitusinya di Tower Hebras lantai 8, Apartemen Kalibata City. Sudah kami amati tiga bulan dan digerebek Jumat (24/4) malam," ungkap Direktur Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Heru Pranoto kepada Media Indonesia, kemarin.
Dari tarif yang sudah ditetapkan, tersangka atau muncikari akan mendapat honor sebesar 80% dan sisanya diberikan kepada yang melayani pelanggan.
Heru mengatakan bukti prostitusi lainnya seperti transaksi dan pemesanan tercantum jelas di ponsel tersangka.
Menurut Heru Pranoto, polisi tengah mendalami dan menelusuri kemungkinan ada pihak lain. Sejumlah nomor telepon pelanggan yang terdaftar juga akan diselidiki.
ABG rentan
Divisi Hukum End Child Pornography & Trafficking of Children Sexsual Purposes (ECPAT), Ermelina, mengatakan anak baru gede (ABG) rentan terlibat dalam praktik prostitusi.
Beragam latarbelakang, mulai dari kelas bawah, menengah, dan kelas atas. Umumnya karena motif ekonomi dan permasalahan dalam keluarga.
"Kami berharap kepolisian terus mengungkap kasus ini dan diproses hukum," imbuh Ermelina.
Pakar IT forensik Ruby Z Alamsyah menilai prostitusi online bisa diatasi dengan sebuah sistem.
"Kalau pemerintah mau berantas jangan setengah-setengah. Tinggal lihat di Google, ketik keyword dan trafik internet, akan bisa terawasi penggunaan situs tersebut. Jika sudah ketemu, blokir. Beres," katanya.
Sumber daya manusia yang dimiliki pemerintah, menurut dia, mampu jika hanya memblokir atau mencegah keberadaan jaringan prostitusi online.
"Ahli IT kita mampu. Sistemnya sama dengan melacak money laundering."
Keberadaan prostitusi online, menurut Ruby, sangat meresahkan masyarakat. Tidak hanya ibu rumah tangga, tapi juga kepala rumah tangga. Sebab, dengan IT terbuka lebar prostitusi bagi semua kalangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved