6 Rumah Roboh Akibat Hujan Deras di Depok

Kisar Rajaguguk
13/2/2016 14:05
6 Rumah Roboh Akibat Hujan Deras di Depok
(ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

ENAM rumah roboh, tiga tanggul dan satu tembok pembatas jebol, serta sepuluh perumahan terendam, setelah hujan deras mengguyur seluruh Depok sejak Jumat hingga Sabtu subuh (13/2). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Keenam rumah roboh itu, empat terletak di Kelurahan Pasirgunung Selatan, Cimanggis. Dua lainnya terletak Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukma Jaya.

Adapun tiga tanggul jebol masing-masing Tanggul Kali Laya, Tanggul Palsigunung dan Tanggul Jalan Radar AURI yang berbatasan dengan Perumahan Laguna, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis. Sedangkan satu tembok pembatas jebol ialah De Kenari Residence RT 15 RW 13 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis.

Adapun sepuluh kawasan perumahan yang terendam meliputi antara lain perumahan Bukit Cengkeh I dan II, Perumahan Taman Duta, Perumahan Pondok Duta, Perumahan Pelni, Perumahan Taman Manggis Indah, Perumahan Taman Manggis Permai, Perumahan Tirta Mandala.Tinggi air 30 centimeter-50 centimeter.

Kepala seksi pembinaan teknis dan pengendalian Dinas BMSDA Kota Depok Satria Fristiadi mengatakan keenam rumah roboh terletak di garis sempadan sungai Ciliwung. Saat hujan menguyur, keenam rumah roboh tersebut langsung masuk jurang Sungai Ciliwung. “ Untung, ketika peristiwa, tak sampai menimbulkan adanya korban jiwa,karena sudah mengungsi sebelum masuk jurang Sungai Ciliwung, “ katanya di Depok, kemarin

Warga yang rumahnya roboh, diantaranya keluarga Hamid, warga RT 006 RW 10 Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukma Jaya, keluarga Saiman, Marzuki, Mista, keluarga Jaya, seluruhnya warga RT 005 RW 05 Kelurahan Pasirgunung Selatan, Kecamatan Cimanggis.

Sampai siang hari, air di 10 kawasan perumahan belum surut. Bahkan, Sabtu (13/2) pukul 13.00, Tembok Pembatas Perumahan De Kenari Residence RT 15 RW 13 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Depok jebol, akibat derasnya kali Cipinang. Jebolnya tembok pembatas, seratusan warga nonperumahan dan perumahan Depok Kenari Residence mendadak kebanjiran. “Tinggi air mencapai 50 centimeter, “ kata Satria.

Warga Perumahan Bukit Cengkeh I dan II,Kelurahan Tugu, yang rumahnya kebanjiran menyalahkan Pemerintah Kota Depok dalam hal ini Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Depok Manto, yang tidak peduli terhadap masyarakat yang kebanjiran.

“Dia (Manto) harusnya peduli terhadap warga yang terkena banjir. Manto juga harus membantu warga dengan menyiapkan prahu karet untuk mengungsikan warga yang rumahnya terendam banjir, “ keluh Selamet, warga Perumahan Bukite Cengkeh I yang rumahnya terndam banjir setinggi 60 centimeter.

Menurut dia, ketika banjir menerjang kediaman penduduk di Perumahan Bukit Cengkeh I, pihak pertama yang melakukan penanggulangan darurat dan memberikan dua perahu karet adalah hanya Korps Brimob Kelapa Dua.

"Sedangkan Dinas BMSDA tidak memberikan bantuan apa-apa. Kepala Dinas BMSDA hanya menerjunkan anak buah menanggulangi banjir perumahan, “ ujar Roni, warga Perumahan Bukit Cengkeh II yang rumahnya juga terendam banjir sekitar 60 centimeter.

Dari pantauan, sejumlah jalan utama di kawasan Jalan Margonda ikut terendam dan menyebabkan kelumpuhan lalu lintas dan transportasi umum. Air juga merendam jalan-jalan di seputar pintu masuk dan keluar terminal Margonda ikut terendam. Banjir disini karena buruknya pembangunan draenase dan banyak tumpukan sampah (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya