Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Ibu beranak dua ini masih mengingat peristiwa yang hampir merengut nyawa anak bungsunya, Bagus Aditya Aritonang, 18, Selasa (9/2). Saat itu, komplotan perampok, tengah menyatroni rumahnya di Jalan Semeru I Blok E No. 10, Perumahan Pondok Cikunir Indah, Jatibening, Pondokgede, Kota Bekasi. Nuraini nekat merebut pistol revolver milik para perampok yang ditodongkan kepada anak bungsunya.
"Tangan saya refleks mengambil pistol dari pelaku saat melihat mereka menodongkan senjata tersebut pada anak saya," ujarnya, saat ditemui di kediamannya, Rabu (10/2) siang.
Wanita berusia 54 tahun ini mulai menceritakan, awalnya anak bungsunya tengah berhadapan dengan grombolan lelaki di depan rumahnya. Para perampok itu akan mengambil motor Kawasaki Ninja 250 cc B 3907 KTQ kesayangan putranya yang terparkir di depan rumah.
Mendadak, Nuraini mendengar bunyi letusan senjata api sebanyak lima kali. Penasaran, dirinya pun akhirnya bergegas ke luar rumah. Ia melihat anaknya tengah terkelungkup dan dipukuli oleh dua pria sambil memegang pistol. Bahkan, dia melihat paha kanan Bagus bersimbah darah.
"Saya panik, anak saya kok berdarah-darah, sebetulnya bingung mau melakukan apa," ujarnya.
Akhirnya, Nuraini berlari untuk memeluk anaknya. Sambil jongkok dengan memeluk anaknya, Ia pun menangkis pukulan pelaku dan berhasil merebut pistol salah satu pelaku.
Pistolnya pun berpindah dari tangan pelaku ke tangan Nuraini. Kedua tersangka pun panik dan berusaha melarikan diri. Mereka panik, karena tau peluru di dalam pistol yang direbut Nuraini masih utuh.
Dalam kepanikan, lanjut Nuraini, pelaku pun tetap berusaha mengambil motor Ninja yang telah terjatuh. Bahkan, satu buah motor Honda Beat bernopol B 3349 FFY mereka yang diparkir di depan rumah korban berusaha diambil.
Melihat itu, dengan sigap dirinya pun menodongkan senjata pada para pelaku. Bahkan, dengan berani Nurani mengancam akan memecahkan kepala pelaku. "Sampai kau ambil motor anakku, ku pecahkan pala kau," hardik Nuraini.
Takut dengan ancaman Nuraini, kedua tersangka bergegas melarikan diri ke arah dua rekan lainnya yang telah menunggu mereka dari jauh. "Mereka berempat kabur pakai satu motor ke arah Jatiasih. Warga sudah berusaha menghalaunya, tapi ditodong pistol jadi tak berani," jelasnya.
Setelah pelaku pergi, Bagus kemudian dibawa orangtuanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan. Akibat kejadian itu, Bagus mendapat lima jahitan di kepala belakang dan luka tusuk serta luka serempet peluru di paha kanannya.
Kepala Kepolisian Sektor Pondokgede Komisaris Sukadi mengakui aksi heroik yang dilakukan oleh Nuraini memang amat berbahaya. Terutama, bagi keselamatan dirinya sendiri.
"Meski berbahaya, namun memang patut diacungkan jempol," ujar Sukadi.
Hingga kini, kata dia, penyidik masih memburu pelaku yang diduga berjumlah empat orang. Dalam aksinya, pelaku juga diduga menggunakan senjata api rakitan jenis revolver. "Pistol yang digunakan pelaku dan motornya sudah dibawa ke kantor untuk penyelidikan," jelasnya.
Sukadi menduga, pelaku merupakan pemain lama dan tega menganiaya korban bila ada perlawanan. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved