Badrodin Kembalikan Kepercayaan Publik

MI/(Gol/Pol/X-6)
21/4/2015 00:00
Badrodin Kembalikan Kepercayaan Publik
(AP/Photo/Achmad Ibrahim)
KAPOLRI Jenderal Badrodin Haiti menegaskan upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat masuk skala prioritas. Pasalnya, hasil survei dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan kurang memuaskan. "Ini yang harus kita bangun untuk bisa mendapatkan rasa percaya masyarakat kepada Polri. Ini arahan saya kepada seluruh jajaran tentang apa yang mereka lakukan," kata Badrodin seusai pertemuan dengan pejabat utama Polri, kapolda, dan kapolres se-Indonesia di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, kemarin. Badrodin mengatakan parameter survei yang menunjukkan anjloknya kepercayaan masyarakat, seperti kinerja personel kepolisian, responsivitas dalam profesionalitas tugas, komunikasi massa untuk mengurangi pelanggaran, serta peningkatan kinerja dalam bidang-bidang tertentu.

Dalam pertemuan perdana itu, Badrodin menjabarkan 10 program prioritas dan 12 program Quick Win kepada jajarannya, seperti yang disampaikannya pada fi t and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) di Komisi III DPR RI beberapa waktu lalu. Di acara tersebut juga hadir Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komjen Budi Gunawan. Padahal, sebelumnya Budi Gunawan tidak pernah terlihat muncul dalam acara-acara resmi Polri. Pada bagian lain, Badrodin mewacanakan pembentukan tim pencegahan tindak pidana korupsi. Meskipun demikian, tim itu bukan bagian dari Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dir tipikor) yang sudah ada di bawah Badan Reserse Kriminal Polri. "Tidak. Itu (direktorat) tipikor yang melakukan penin dakan. Ini (tim) fokus pencegahan," ujarnya.

Karena masih wacana, Badrodin belum bisa menjelaskan secara detail tim tersebut. "Ini kan baru kita arahkan hari ini (kemarin). Tiap-tiap penanggung jawab akan menjabarkan apa yang menjadi program prioritas," ujar mantan Wakapolri itu. Untuk itu, dia akan meningkatkan keharmonisan antara KPK dan Polri karena mereka memiliki misi yang sama, "Upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Kita tentu saling bantu dan sinergi," pungkas perwira tinggi bintang empat itu. Terkait dengan calon Wakapolri, anggota Tim 9 Jimly Asshiddiqie berpendapat tugas utama Polri saat ini ialah konsolidasi dan mengembalikan kepercayaan publik. Karena itu, kata dia, Badrodin harus memilih Wakapolri yang tepat. Ia enggan menyebutkan nama perwira Polri yang layak menjadi Wakapolri dan kriteria idealnya. Jimly menyebut itu wewenang Presiden dan Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti). "Siapa pun yang dipilih, jabatan Wakapolri tidak boleh menjadi jabatan politik untuk memfasilitasi kepentingan golongan tertentu," urai mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu akhir pekan lalu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya